» » » Bakamla RI Resmikan Tiga Kapal Patroli

Bakamla RI Resmikan Tiga Kapal Patroli

Ditulis Oleh: Redaksi | Minggu, 20 Desember 2015 | No comments

TNI AL resmikan kapal baru
Batamreport.com : Dalam rangka memperkuat alat utama sistem pertahanan keamanan laut (alutsista kamla),Badan Keamanan Laut Republik Indonesia meresmikan 3 unit kapal patroli dengan ukuran 48 meter.Minggu 20/12/15.

Ketiga kapal tersebut KN Ular Laut 4805,KN Belut 4806 diresmikan oleh Kepala Bakamla RI,Laksdya Maritim Dr.Desi Albert Mamahit,M.sc di Pangkalan Armada Kamla Zona Maritim Barat Bakamla RI.Sementara itu KN Gajah Laut 4804 diresmikan di galangan kapal milik PT Pahala Harapan Lestari ,Pangkal Pinang,Bangka Belitung oleh Deputi Sarpras Bakamla RI,Laksamana Maritim,Ir.Suroyo.

Dan ketiga Kapal tersebut dibangun oleh galangan kapal nasional di Provinsi Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.Sedangkan tujuan dari pembuatan ketiga kapal itu,untuk melengkapi dan memperkuat armada patroli Bakamla RI dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas pokok Bakamla,dimana kapal-kapal tersebut difungsikan melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Indonesia dan perairan Yuridiksi Indonesia.

Dr. Desi albert mamahit N.Sc mengatakan,saat ini Bakamla belum lah terpenuhi dalam hal armada kapal yang dimilikinya.

" kita baru mempunyai 6 kapal yang ukuran 48 meter, 16 kapal dengan ukuran 15 meter dan 14 kapal dengan ukuran 12 meter,hanya sejumlah kapal itu yang saat ini menjadi aset Bakamla"kata Desi.

Diteruskannya,jika dibanding dengan negara tetangga lainnya, maksimal Bakamla harus lebih banyak mempunyai kapal patroli,contohnya di negara Filipina dan Malaysia,dua negara tersebut memiliki 80 kapal patroli, dan untuk itu,kita sebagai negara maritim,harus mempunyai armada kapal 3 kali lipat banyaknya dari negara tetangga tersebut.

"Perairan laut Indonesia sangatlah luas,jika dibandingkan dengan negara tetangga,maka dari itu,kita butuh 200 kpal yang harus dimiliki oleh Bakamla,dan itu adalah jumlah yang sangat ideal,dan juga bisa disamakan dengan negara Jepang yang sudah memiliki 200 kapal patroli nya."terangnya.

Ia juga menjelaskan,selain kapal-kapal patroli yang harus dimiliki Bakamla,kita juga sudah memiliki 3 kantor zona maritim atau pangkalan Bakamla,yang ada di beberapa daerah,Batam, Manado,dan Ambon,dan juga memiliki 16 stasiun pemantau,yang tersebar diseluruh Nusantara,dari Sabang hingga Merauke.

Desi juga mengungkapkan,bahwa untuk daerah Batam,diberikan 2 kapal patroli dengan ukuran 48 meter,dan sama juga halnya Ambon dan Menado diberikan 2 kapal dengan ukuran yang sama dengan di Batam ini.

"Untuk anggaran pembuatan kapal tersebut,menghabiskan anggaran sebanyak kurang lebih 50 miliyar,dan tergantung variasinya" jelasnya.

Bahkan Bakamla,saat ini juga pokus dalam pembuatan satu unit Kapal patroli yang lebih besar lagi dengan berukuran 110 meter,diman nantinya akan kita operasikan di perairan laut bebas atau eksklusif," ujarnya lagi.

Bahkan Kapal tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2016 nanti.Dan saat ini masih dalam tahap pembuatan kapal tersebut.

Sedangkan ketiga kapal patroli tetsebut,yakni KN Ular Laut 4805,KN Belut laut 4806 dan KN Gajah Laut 4804 ini mempunyai teknologi sitem peringatan dini dan di dukung dengan teknologi canggih lainnya.Dengan sistem.cangih tersebut,mampu berintegrasi dengan kapal-kapal stakeholder dan Kantor Stasiun Pemantau Keamanan dan Keamanan Laut di Indonesia.

"Kita sangat mengharapkan Bakamla RI mampu memonitor dn mendeteksi seluruh perairan Indonesia" pungkas Desi.

(Red/rilis).











Dikirim dari ASUS saya
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya