» » Bapedal Berpeluang Tetapkan Tersangka Baru.

Bapedal Berpeluang Tetapkan Tersangka Baru.

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 30 Desember 2015 | No comments

Batamreport.com - Batam : Kuasa Hukum Bapedal Kota Batam Eggi Sudjana mengatakan bahwa berkaca dari keterangan saksi ahli dalam persidangan praperadilan yang digelar di PN Batam, pihak Bapedal sebagai penyidik PPNS bisa menetapkan tersangka baru jika dikaitkan dengan badan usaha atau pimpinan.

"Saksi ahli Dr Ir Basuki Wasis dalam persidangan yang digelar tadi siang(29/12) dengan tegas mengatakan bahwa telah terjadi kerusakan serius hutan magrove seluas 4 hektar serta 2 hektar kerusakan lainnya," Kata Eggi usai persidangan digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli termohon, Selasa(29/12).

Ia menjelaskan, dirunut dari keterangan saksinya bahwa kerusakan lingkungan didasarkan pasal 98 serta dihubungkan pasal 109 dan 116 UU no 32 tahun 2009, hal tersebut dapat dikatakan telah terjadi kerusakan lingkungan yang serius sesuai keterangan saksi ahli.

Sehingga, lanjut Dia, azaz ultimatum remidum yang tercantum dalam angka 6 penjelasan UU no 32 tahun 2009 tidak dapat diterapkan dalam kasus ini," Ujarnya.

Kata Dia, dengan adanya bukti tangkap tangan serta lima alat bukti dapat ketiga tersangka dijerat hukum pidana, apalagi dikaitkan dengan pasal 116 tentang badan usaha atau pimpinan perusahaan, maka penyidik Bapedal dapat menjerat pelaku baru.

Ia menyampaikan, bahwa difakta persidangan pemohon mengakui bahwa tersangka Wu Whey warga negara China direkrut PT Cahaya Terang Sejati karena mempunyai keahlian dan pengalaman dalam bidang budi daya ikan. Sehingga jelas tersangka dapat unsur-unsur UU 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup," Ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kasus praperadilan mengharapkan majlis hakim tungga‎ objektif dan menolak praperadilan yang dilakukan pemohon serta memerintahkan penyidikan lebih lanjut," Harapnya.

‎Sementara itu, Dalam persidangan yang dipimpin hakim tunggal Tiwik hari ini, persidangan mendengarkan keterangan saksi ahli dari pihak termohon. Pihak termohon kali ini menghadirkan saksi ahli dr Ir Basuki Wasis Msi.

Saat memberikan keterangannya,  mengatakan kerugian yang ditimbulkan akibat pengerusakan lingkungan hutan mangrove dan pantai ini hampir Rp 60 Miliar.

"Biaya yang ditimbulkan akibat pengrusakan ini senilai Rp 59.443.440.000,"ujar saksi ahli yang sudah 350 kali menjadi saksi ahli lingkungan di seluruh Indonesia.

Saksi ahli juga mengatakan, bahwasanya diperlukan waktu yang lama untuk memulihkan keadaan lokasi yang dirusak tersebut menjadi seperti semula lagi.

"Butuh waktu sekitar 10 tahun untuk mengembalikan kondisi lahan tersebut menjadi seperti semula,"ujar saksi ahli yang sebelumnya juga pernah menjadi saksi ahli Bareskrim dan KPK ini.

Setelah mendengarkan keterangan saksi ahli lingkungan ini, hakim Tiwik menunda persidangan dan melanjutkan persidangan dengan agenda kesimpulan pada Rabu, (30/12).

"Kita lanjutkan sidang besok, besok kita sudah kesimpulan,"ujar Tiwik sambil menutup persidangan.

(Red/Ai).

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya