» » Kuasa Hukum Wardiaman Tuding Polisi Mengada-ada Dalam Menangani Kasus

Kuasa Hukum Wardiaman Tuding Polisi Mengada-ada Dalam Menangani Kasus

Ditulis Oleh: Redaksi | Kamis, 07 Januari 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Kuasa hukum Wardiaman Zebua,tersangka pembunuhan Dian Milenia Trisna Afiefa (16),Sarumaha dan Wardaniman (pemohon),membacakan replik atau tanggapan atas jawaban dari pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Barelang(termohon) di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Batam.Kamis (7/1) sekitar pukul 11.00 Wib.

Dihadapan hakim tunggal,Syahrial Alamsyah,kuasa hukum Wardiaman bergantian membaca replik tersebut,isinya menyatakan meminta hakim menolak jawaban pihak kepolisian,dalam hal ini sebagai termohon,karena menurut penilaian dari pemohon,pihak termohon (polisi) mengada -ngada dalam menangani sebuah kasus.

"Kami menuntut adanya ketegasan dalam hukum,tidak boleh menyimpang dalam melakukan penyelidikan" kata Sarumaha.

Ia berpendapat bahwa penahanan terhadap pemihon (Wardiaman) tidak lah sah,serta barang bukti yang juga dianggap tidak sah.

"Klien kami,adalah korban salah tangkap,bahkan tes DNA tidak diungkapkan" ujarnya.

Ditambahkannya,pada penilaian nya,saat dilakukan penangkapan terhadap klien nya itu, pada 21 Oktober 2015 lalu tidak disertai surat penangkapan.

"Dasarnya hanya perintah tugas saja,tidak ada nama klien nya,serta tidak disebutkan tempat dimana diperiksa" terang Sarumaha.

Dilanjutkan Sarumaha,pada 30 Oktober 2015 juga,polisi yang bertugas menangkap pemohon (Wardiaman) di rumahnya,tidak melalui surat perintah,namun setelah penangkapan itu langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan didalam penggeledahan yang dilakukan pihak kepolisian(termohon) tidak mengantongi izin dari Pengadilan,usai penggeledahan baru lah diberikan surat dari pwngadilan.

"Surat izin penggeledahan belum diserahkan,tapi sudah dilakukan penggeledahan" jelasnya.

Setelah mendengar pembacaan replik dari kuasa hukum pemohon,Syahrial selaku hakim tunggal yang menyidangkan perkara tersebut,kembali bertanya kepada pihak pemohon,apa masih ada yang ingin disampaikan lagi didalam sidang.

"Jika masih ada,silahkan sampaikan lagi" kata Syahrial.

Namun pertanyaan hakim tersebut,tidak mendapatkan jawaban dari masing-masing yang berperkara,yakni dari pihak pemohon dan termohon,sehingga sidang gugatan pra peradilan pun,dinyatakan ditutup oleh hakim,dan akan dilanjutkan esok hari (8/1) dengan agenda mendengarkan duplik dari pihak termohon,pada pukul 09.30.

"Esok kita lanjutkan sidangnya kembali,dan diharapkan tidak ada lagi yang terlambat" pungkas Syahrial.

(Red/Ai).


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya