» » Putusan Hakim Berpihak Kepada Perusak Lingkungan

Putusan Hakim Berpihak Kepada Perusak Lingkungan

Ditulis Oleh: Redaksi | Sabtu, 02 Januari 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Eggi Sudjana,kuasa hukum PPNS Bapedal Kota Batam(termohon),sangat geram atas hasil putusan yang dibacakan oleh hakim tunggal PN Batam Tiwik,yang mengabulkan permohonan praperadilan Wu Weijan,Sumarno alias Abi,Tan Bong alias Ayong (para pemohon) dalam perkara perusakan lahan manggrove di Pulau Galang Barelang,Batam.Kamis (31/12).

Usai mengikuti sidang yang digelar diruang utama PN Batam,Eggi yang ditemui para pewarta mengatakan,bahwa hakim telah menunjukan bahwa terindikasi keberpihakan dengan para pemohon perusak lingkungan tersebut.

"Dalam persidangan telah jelas digambarkan,dan diterangkan oleh saksi ahli,bahwa ada kerusakan lingkungan dilahan manggrove tersebut,dan hakim sangat pro kepada para pemohon itu" kata Eggi.

Bahkan ia juga menjelaskan,putusan hakim itu mengakibatkan kerugian negara mencpai Rp.60 Milyar ,akibat yang timbul dari kerusakan lingkungan itu,dan ini yang paling berbahaya yang diambil oleh hakim dalam membacakan putusannya tersebut.

 "Rp.60 M itu,adalah uang yang besar bagi negara,namun hakim mengabaikannya,meskipun kami telah menunjukkan nilai kerugian itu,melalui ahli didalam persidangan"ujarnya.

Bahkan Eggi mengakui,bahwa dirinya sudah memprediksi bahwa dalam persidangan praperadilan ini,adanya suatu hal mencurigakan,apalagi sidang permohonan praperadilan ini,berhadapan langsung dengan pengusaha konglomerat.

"Prediksi saya benar,dari awal bahwa dalam persidangan ini,kita berhadapan dengan pengusaha konglomerat,karena ada sesuatu yang kita curigai" jelasnya.

Dengan hasil putusan yang sudah dibacakan hakim tunggal Tiwik tersebut,pihaknya akan segera melakukan langkah upaya hukum eksaminasi,yakni dengan menguji hasil putusan hakim itu ke ranah Pengadilan Tinggi (PT).

"Dalam putusan itu,banyak yang kontradiktif,makanya kita buat eksaminasi nantinya ke PT" tegasnya.

Dilanjutkan oleh Eggi,dalam proses sidang praperadilan ini,hal yang paling mendasar adalah,pihak pemohon Wu Weijan Cs,tidak menyampaikan replik atas jawaban dari termohon yakni PPNS Bapedal Batam.

"Tidak ada adanya replik yang diajukan pemohon dalam persidangan,sedangkan kita termohon,dari awal sudah memberikan jawaban,jadi ini kan lompatan hukum yang dilakukan pemohon yang sangat jelas,kok bisa hakim tetap lanjutkan sidang ini"heran Eggi.

Harusnya hakim lebih objektif dalam mengambil suatu putusannya,dengan tidak mengabulkan permohonan pemohon tersebut,semua rata dan tidak tebang pilih,tapi yang terjadi malah sebaliknya.

 "Hakim terkesan menumbalkan Tan Bong,(pemohon ke 2) dalam persidangan tersebut"ujarnya.

Bahkan dalam hal ini,Eggi juga telah melaporkannya ke pihak Komisi Yudisial (KY) yang jug telah memantau perkembangan sidang praperadilan di PN Batam ini.

"Pihak KY sudah memantau jalannya sidang di PN Batam,karena sudah kita laporkan"pungkasnya.

(Red/Ai).














Baca Juga Artikel Terkait Lainnya