» » Yayasan Embun Pelangi Selamatkan Korban Incest

Yayasan Embun Pelangi Selamatkan Korban Incest

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 13 Januari 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : El (12) bocah yang jadi korban incest (hubungan terlarang dengan keluarga) ini harus terus mengenang selama hidupnya,atas perbuatan bejat yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri Syaiful Rizal alias Erfan Eko Siswanto,yang diduga sebagai salah satu anggota organisasi pemuda terbesar di Kota Batam.

Bahkan perbuatan pelaku,yang tega melakukan hubungan hubungan badan (sex) dengan anak kandungnya sendiri tersebut,sudah berlangsung 1 tahun lamanya.

Hal itu terjadi saat El datang datang bersama Syaiful Rizal dan ibu tirinya dari Surabaya,Jawa Timur.Namun tak berapa lama tinggal di Batam,tepatnya di daerah Jodoh,ibu tiri El tanpa alasan yang pasti meninggalkan dirinya dan bapak kandungnya (pelaku) tersebut.

El yang ditemui awal media,mengatakan selama tinggal bersama pelaku(bapaknya) itu,selalu mendapatkan perlakuan yang tidak pantas dilakukan sebagai seorang bapak terhadap anaknya.

Selama 1tahun lebih,dipaksa melayani nafsu bejat pelaku,hingga korban (El) pernah diduga hamil dan menggugurkan kandungannya.

"Saya dipaksa abi (panggilan bapak),untuk melayaninya,sehari bisa tiga kali" kata El,yang didampingi Lince Rambi,selaku pengelola Yayasan Embun Pelangi,kepda Anggota DPRD Batam Lik Khai dan Ketua Gerakan Anti Trafficking (GAT) Kepri, Syamsul Rumangkang.Selasa (12/1).

El juga berkata,apa yang dilakukan olehnya,karena paksaan pelaku(bapaknya) itu,dan dibawah ancaman,sehingga mau melayani nafsu bejat pelaku tersebut,hampir tiap hari.

"Kamu jangan cerita dengan orang lain ya,kalo kamu cerita kamu masuk penjara"ujarnya polos.

Akhirnya karena sudah tidak tahan lagi oleh ulah bapaknya tersebut,dan mendapatkan celah untuk kabur dari rumah,El pun langsung pergi hingga akhirnya bertemu dengan Lince Rambi

Sementara itu,Lince Rambi yang tidak sengaja bertemu dengan El,langsung membawanya je unit PPA Polresta Barelang,untuk membuatkan laporan atas kejadian yang telah menimpa korban.Bahkan dikabarkan pelaku(bapak kandung) korban pun telah Jadi daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak kepolisian.

"Sudah dilaporkan pelakunya,tapi saat ini ia sudah lari alias DPO" kata Lince.

Ia juga menerangkan,korban ditampungnya,di Yayasan Embun Pelangi yang dikelolanya itu,pernah dititipkannya ke shelter BP2 KB Batam,Sekupang,karena ia akan berangkat ke Jakarta.

Namun saat berada dipenampungan BP2 KB Batam itu,korban tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya.

"Aneh sekali,padahal shelter itu milik Pemko Batam,masak untuk beli pembalut wanita (softex) korban harus jual anting-antingnya"ujar Lince lagi.

Bahkan setelah 1 bulan dititipkan di shelter,salah satu staff yang bertugas di shelter itu,menelpon Lince,untuk membawa pulang kembali korban.Hingga ia pun kembali menjemput korban di shelter milik pemerintah tersebut.

Lik Khai anggota DPRD dari Komisi I,yang juga selaku pelindung Yayasan GAT (Gerakan Anti Trafficking) Kepri,meminta kepada Walikota terpilih Rudi dan Amsakar Achmad,nantinya setelah menjabat,segera melakukan evaluasi kinerja di BP2 KB, karena kinerja lembaga tersebut tidak maksimal.

" Saya menyarankan kepada Pak Rudi,agar mengevaluasi kinerja BP2 KB,karena tidak maksimal dalam pelayanannya.

(Red/Ai).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya