» » Balai Karantina Pertanian Batam Gagalkan Penyelundupan Burung Murai Batu Asal Malaysia

Balai Karantina Pertanian Batam Gagalkan Penyelundupan Burung Murai Batu Asal Malaysia

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 05 Februari 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : 153 ekor burung murai batu liar dari Malaysia,yang akan diduga akan diselundupkan dan dibawa ke Pulau Jawa,berhasil digagalkan petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam,bekerjasama dengan pihak kepolisian Polresta Barelang,saat hendak keluar dari Pelabuhan Ferri Harbour Bay,Batu Ampar Batam,Kepri.

Ratusan burung murai batu,yang berkicau nyaring asal Malaysia tersebut,dibawa oleh pelaku TR dan SA yang merupakan warga Batam.Bahkan satwa liar itu tidak dilengkapi dengan dokumen.

Kepala Balai Karantina Kelas I Batam,Suryo Irianto mengatakan perdagangan satwa liar secara ilegal,yang dilakukan oleh kedua pelaku,telah melanggar pasal 31 jo pasal 5 huruf a dan 8,serta pasal 9 ayat 1 UU No 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.

"Kedua nya akan dikenakan hukuman penjara maksimal 3 tahun atau denda sebesar Rp.150 juta" kata Suryo Irianto.Jumat (5/2).

Ia juga mengatakan,untuk per 1ekor burung murai batu,diperkirakan dijual sebesar Rp.5 juta.Bahkan burung murai batu tersebut berasal dari Malaysia yang diangkut oleh kedua pelaku dengan menggunakan kapal MV Mutiara Emas,dari Stulang Laut ke Batam.

"SA yang merupakan perantara dan pembawa burung dari Malaysia dan TR yang berperan sebagai penampung di Batam, ditangkap pada 16 November 2015 lalu,saat hendak keluar dari Pelabuhan Ferri Harbour Bay" ujar nya.

Sementara ini,kasus penyelundupan ratusan burung murai batu asal Malaysia tersebut,sudah masuk dalam tahap P21,dan tinggal menunggu pelimpahan berkasnya di Kejaksaan Negeri Batam.

(Red/Ai).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya