» » Warga Tanjung Uma Tolak Lahan Yang Dialih Fungsikan

Warga Tanjung Uma Tolak Lahan Yang Dialih Fungsikan

Ditulis Oleh: Redaksi | Kamis, 25 Februari 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Permasalahan lahan Kampung Tua Tanjung Uma,kembali menjadi persoalan yang hangat oleh puluhan warga yang tinggal di sekitar lahan Bukit Timur seluas 7,5 hektar.Kamis (25/2).

Pasalnya 7,5 hektar lahan Kampung Tua, Bukit Timur Tanjung Uma itu,telah dialih fungsikan dan sudah di Peta Lokasi (PL) oleh PT. Wita Nata Tamtama yang telah mengajukan permohonannya tersebut ke BP Batam.Padahal lahan tersebut masih dalam status quo.

"Lahannya masih status quo,napa bisa di PL kan di BP Batam,oleh perusahaan itu"kata Ismail,salah satu warga yang ikut datang ke Kantor Lurah Tanjung Uma,Kecamatan Lubuk Baja bersama beberapa warga lainnya.

Akibatnya,puluhan warga kampung Tua Tanjung Uma pun ,beramai-ramai mendatangi Kantor Lurah Tanjung Uma,untuk mempertanyakan status lahan 7,5 hektar yang sudah di PL kan PT Wita Nata Tamtama sejak 2015 lalu dari BP Batam.

Menurut Ismail,lahan yang diambil alih oleh perusahaan tersebut,tanpa sepengetahuan warga,dimana telah mendapatkan PL nya.

"Ia menduga ,ada oknum yang mengajukan permohonan lahan untuk keluar dari kampung tua" ujarnya.

Ia juga menjelaskan,bahwa pada 2013 lalu,waktu itu Gubernur Kepri HM Sani,telah menyatakan lahan kampung tua di Tanjung Uma seluas 83 hektar,dari pengajuan PL pertama seluas yang 108 hektar.

Dan berdasarkan pengukuran ulang pada 2013 warga,yang telah mengajukan lahan seluas 108 hektar,dinyatakan oleh gubernur menjadi luas kampung tua Tanjung Uma,menjadi 83 hektar.

"Bahkan kata pak Sani,dimana ada rumah,maka disanalah kampung tua"pungkas Ismail menirukan perkataan Gubernur Kepri kala itu.

(Red/Ai).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya