» » Kapolsek Bengkong Kabur Saat Ditanya Tentang Reklamasi Pantai Golden Prawn

Kapolsek Bengkong Kabur Saat Ditanya Tentang Reklamasi Pantai Golden Prawn

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 11 Mei 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Terkait aktivitas jalan yang selalu dilalui lori pengangkut tanah timbun,untuk reklamasi pantai Golden Prawn,yang tepat berhadapan dengan Mapolsek Bengkong,membuat warga yang tinggal disekitar lokasi,semakin mengeluh dan resah dengan adanya kegiatan yang tidak pernah berhenti sepanjang hari tersebut.

Sedangkan Kapolsek Bengkong AKP.Hendrianto,SH,MH yang sudah beberapa kali dihubungi enggan angkat bicara soal aktivitas reklamasi pantai Golden Prawn yang tepat didepan Polsek yang dipimpinnya.

Bahkan,saat ditemui awak media,tepat dikantin depan Polsek Bengkong untuk menanyakan langsung dampak akibat dari aktivitas reklamasi pantai Golden Prawn itu,bagi warga yang tinggal disekitar dan apa tindakan kepolisian bila ada warga yang kembali mencoba memblokir jalan bagi truk pengangkut tanah timbun tersebut,yang jelas jelas telah merugikan warga,baik dampak debu dan jalanan yang menjadi rusak dan becek apabila terjadi hujan,namun dijawab dengan arogan pertanyaan awak media tersebut,seakan-akan tidak senang dengan pertanyaan sekitar aktivitas reklamasi pantai tersebut,seakan juga terkesan adanya dugaan yang ditutupinya.

"Orang mau makan, kau tanyak itu pulak,masih banyak pekerjaan lainnya,udah tau ngak ada apa-apanya"katanya kepada awak media,dan langsung bergegas meninggalkan kantin dan masuk ke dalam Polsek Bengkong.Rabu (11/5) sekitar pukul 11.45 wib.

Bahkan perkataannya tersebut disampaikannya saat masih bersama anak buahnya,dimana hal tersebut bukanlah perkataan yang bijak dilakukan oleh seorang kepala kepolisian yang baru berpangkat perwira menengah tersebut,yang juga baru kurang lebih satu bulan menjabat Kapolsek Bengkong tersebut.

Sementara itu aktivitas truk pengangkut tanah untuk reklamasi pantai Golden Prown, Bengkong, Batam tetap berlanjut,dan warga sekitar lokasi pun hanya bisa mengeluhkan keadaan tersebut,seakan -akan ingin mengadu tapi tidak tahu mau mengadu pada siapa terkait aktivitas reklamasi pantai Golden Prawn Bengkong tersebut.

Sedangkan dampak dari reklamasi itu sendiri,sangat dirasakan oleh warga,dimana kondisi kesehatan terganggu,terutama bagi anak-anak akibat debu dari truk-truk tanah yang melintas di sekitar pemukiman mereka.

Boru Situmorang, Ibu Rumah Tangga yang bermukim di Tanjung Buntung mengatakan anaknya terserang batuk dan deman tinggi akibat menghirup debu dari truk tanah yang melintas.
 
"Karena lori itu, dari kemarin anak saya jadi batuk panas, dan sampai sekarang juga belum sembuh-sembuh," katanya.
 
Dikatakannya juga, pengusaha yang melakukan reklamasi pantai Golden Prown ini,seakan tidak mau tau dengan keadaan warga yang tinggal di sekitar jalan yang dilewati truk tanah tersebut.
 
"Saya sudah lama di sini ngontrak, sampai saat ini pihak pengelola sama sekali tidak pernah memberikan konpensasi apapun. Tapi tak tahu sama warga yang lain ada ga yang dikasihnya," keluhnya
 
Bahkan warga pun sudah sering melakukan pemblokiran jalan untuk menghalangi aktivitas truk tanah yang melintas, karena jalan yang dilewati jarang disiram pihak pengelola.
 
"Warga sering melakukan pemblokiran jalan bang, tapi itu karena mereka tidak menyiram jalan dan debu terbang kemana-mana. Kalau tak diblokir, mereka diam saja,"ujarnya.

Hal senada dikatakan salah satu pemilik warung dipinggir jalan yang setiap dilalui truk pengangkut tanah. Dia mengaku tidak pernah menerima kompensasi dari pihak perusahaan yang melakukan reklamasi pantai Golden Prown.

"Tak pernah ada konpensasi. Jalan rusak saja tak ada diperbaiki. Padahal sudah separah ini," ujar perempuan beranak satu ini kesal.

Pantauan dilokasi, puluhan truk tanah masih beraktivitas mengangkut tanah timbun dari lokasi pengerukan bukit hingga ke lokasi reklamasi.
 
Hingga berita ini di unggah, perusahaan yang melakukan reklamasi pantai Golden Prown belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut.

(Red/Ai/Amok Group)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya