» » Penyidik Satreskrim Polresta Barelang Belum Panggil Oknum PNS langganan Prostitusi Online

Penyidik Satreskrim Polresta Barelang Belum Panggil Oknum PNS langganan Prostitusi Online

Ditulis Oleh: Redaksi | Selasa, 17 Mei 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Oknum PNS yang terdaftar sebagai langganan prostitusi online Pekerja Seks Komersial (PSK) belum dipanggil untuk dimintai keterangannya oleh penyidik Satreskrim Polresta Barelang.

Kasatreskrim Polresta Barelang,Kompol Memo Ardian melalui wakilnya AKP Dasta Analis mengatakan,untuk oknum PNS yang terdaftar sebagai langgan PSK online belum dipanggil oleh pihaknya untuk dimintai keterangan terkait prostitusi online yang sudah ada tersangkanya itu,dan ditahan di Polresta Barelang.

"Belum kita panggil,masih fokus pada pokok perkaranya dulu" kata AKP Dasta.Senin (16/5) saat ditemui Batamreport.com diruang kerjanya.

Dilanjutkannya,namun begitu, pihaknya akan tetap mengembangkan kasus tersebut yang telah menyeret oknum PNS tersebut.

"Yang penting pokok perkara dulu yang kita selesaikan,tetap kita panggil PNS itu,dan saat ini dan masih kita kembangkan" Ungkapnya

Diakuinya,dalam waktu bersamaan juga telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

"Sudah kita serahkan juga SPDP nya ke JPU" terang AKP Dasta lagi.

Adapun tersangka prostitusi online yang saat ini sudah ditahan jajaran Satrekrim Polresta Barelang,masing-masing berinisial AS (pemilik blog), DD (operator call center), GN (kasir massage) dan MS (tukang ojek).

Berita sebelumnya,Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam, Nyangnyang Haris Pratamura, meminta aparat Kepolisian mengusut tuntas kasus prostitusi online yang berhasil diungkap minggu lalu.

Menurutnya prostitusi online belakangan ini semakin marak, dan dibutuhkan keseriusan aparat kepolisian dan dinas terkait untuk mengatasinya.

 "Prostitusi online terjadi sudah lama, kita harus membasmi biangnya supaya jera," ujar Nyangnyang kepada AMOK Group melalui sambungan telepon, Minggu (1/5/2016) sore.

Dia mengatakan, tidak mungkin ada permintaan tanpa ada penawaran dari penyedia jasa. Maka pengusaha sebagai mediator dan pelaku harus di hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

"Tidak ada pandang bulu, siapa yang salah itu harus mendapatkan hukuman," tegasnya.

Dia juga meminta Dinas Sosial Pemko Batam melakukan pembinaan terhadap para PSK, agar tidak kembali ke dunia prostitusi.

"Mereka terjun karena kebutuhan. Mereka harus diberikan keterampilan, supaya bisa berkarya dan berwiraswasta,"pungkasnya.

(Red/Ai/Amok Group).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya