» » PLN Batam Cabut Subsidi Untuk Golongan Menengah Dan Sosial

PLN Batam Cabut Subsidi Untuk Golongan Menengah Dan Sosial

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 27 Mei 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Sekretaris Perusahan Bright PLN Batam,Agus Subekti bantah pihaknya menaikkan tarif dasar listrik,tetapi akan mencabut subsidi untuk golongan menengah.

Hal itu dikatakannya,saat ngobrol bareng dengan beberapa awak media yang tergabung dalam grup WA Batam Pers Club,di salah satu rumah makan di bilangan Batam Center,bahwa dikabarkan PLN Batam akan menaikan tarif listrik di Batam,seperti yang beredar dikalangan masyarakat Batam.

Dia mengatakan,tidak benar PLN Batam menaikan tarif listrik bagi pelanggannya,tetapi hanya akan mencabut untuk subsidi bagi golongan menengah saja,yakni kelas rumah tangga dan sosial.

"Kita mencabut subsidi bagi pelanggan yang memakai daya 6
Ampere ke atas atau setara dengan 1.300 Kwh" kata Agus.Kamis (26/5) sekitar pukul 11.30 wib.

Bahkan hingga saat ini,PLN Batam belum menaikan tarif listrik tersebut,namun hanya akan mengurangi subsidinya saja.

Agus juga menambahkan,usulan untuk mengurangi ataupun mencabut subsidi ini,telah diajukan sudah lama sekali,namun pengajuan tersebut terkendala dengan diselenggarakannya Pilgub dan Pilwako di Kepri ini.

"Saat ini tarif listrik Batam,masih sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi Kepri Tahun 2015 No 38" ujar Agus lagi.

Sementara itu,Kepala Departemen Komersial Tata Niaga Penjualan Tenaga Listrik, Solider Sinaga dan GM SBU Buyung Abdul saat mendamping Agus Subekti,bahwa pihak hanya mencabut untuk golongan menengah dan sosial saja,tetapi bukan untuk golongan bawah.

Dijelaskan juga oleh Solider,yang dimaksud golangan bawah itu,pelanggan yang memakai daya 2 hingga 4 Ampere subsidinya tidak dicabut.

"Yang kita cabut atau kurangi subsidinya hanya untuk golongan menengah,golongan ke bawah tidak," kata Solider Sinaga.

Dijelaskannya,hingga saat ini Pihak PLN Batam sedang menunggu keputusan dari pemerintah untuk pemberlakuan pencabutan subsidi tarif listrik tersebut.

"Kita hanya tinggal menunggu saja,karena usulan tersebut sudah kita ajukan kepada Pemerintah sebagai regulator pengambil keputusan tersebut"pungkasnya.

(Red/Ai).

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya