» » Surat Eksekusi PN Batam Salah Alamat

Surat Eksekusi PN Batam Salah Alamat

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 13 Mei 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Rudi Budi Purnomo (termohon),warga Jalan Sumbawa no 34 RT 01 RW,09 Bengkong Dalam,Kelurahan Tanjung Buntung,Kecamatan Bengkong,menolak keras pengosongan rumah miliknya,meskipun pihak Pengadilan Negeri Batam telah melayangkan surat Pelaksanaan Eksekusi Pengosongan,berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Batam,tertanggal 02 Maret 2016,Nomor 12/Eks/2015/PN.BTM,jo Nomor : 1452 K/Pdt/2012, jo Nomor 100/Pdt/2011/PTR,Nomor : 63/PDT.G/2010/PN.BTM kepada dirinya.

Pasalnya surat yang dilayangkan PN Batam,salah alamat dan tidak tepat sasaran.Hal inilah yang membuat Rudi beserta istri dan keluarganya bingung,karena surat yang ditujukan kepadanya nomor yang tertera dengan no rumahnya berbeda dengan no rumah yang tercantum dalam surat eksekusi pengosongan PN Batam tersebut.

"Bagaimana bisa surat eksekusi itu diantarkan ke alamat rumah saya,yang jelas-jelas memiliki no 34,sedangkan isi suratnya ditujukan ke no 32" heran Rudi.

Dia menjelaskan,lahan yang dibangun rumah miliknya ini luasnya sekitar 150 m2,yang saat ini berperkara di PN Batam.

Bahkan lahan dan rumah tersebut sudah ditempatinya sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu,sejak awal dibelinya pada tahun1996 dan dibangun rumah dan langsung ditempati tahun 1997.

Ia menyanyangkan isi surat PN Batam itu kan ditujukan kepada rumah yang di Jalan Sumbawa nomor 32 RT 01 RW 09 Bengkong Dalam Kelurahan Tanjung,Kecamatan Bengkong,dan bukan alamat dan nomor rumah miliknya.

"Yang sesuai dengan no rumah yang tertera disurat PN Batam itu,adalah rumah milik Teguh Sunaryanto(pemohon),yang berperkara dengan saya,ini kan aneh jadinya" ujar Rudi.

Rudi juga menuturkan,selain no rumah yang salah,luas lahan pun juga salah,karena luas lahan yang dimilikinya adalah 200 m2,bukan 150 m2.

"Ini benar-benar salah alamat,makanya saya akan pertahankan,meskipun si Teguh itu menangkan permohonannya di PN Batam saat ini,untuk menguasai lahan dan rumah saya ini"tegasnya.

Maka dari itu,ia dan keluarganya pun berharap pihak PN Batam,bisa melakukan klarifikasi terhadap surat yang dilayangkan kepadanya,yang mana sudah jelas-jelas salah alamat.

" saya katakan lagi,rumah no 32 bukan rumah saya,itu rumahnya si Teguh,rumah saya no 34,dan sesuai jg dengan identitas diri saya,yang tercantum di KTP dan KK saya,semua dokumen kepemilikan yang asli ada sama saya,dan disimpan dengan baik" terangnya dengan nada geram.

Rudi juga menceritakan awal mula ia membeli lahan yang sekarang ia tempati,merupakan lahan fasum,yang ditempati bukan ia seorang saja.

"Ada lima rumah yang berdiri di lahan fasum ini dulunya,termasuk si Teguh itu" bebernya lagi.

Jadi kalaulah PN Batam tetap juga akan melakukan eksekusi pengosongan,terhadap rumah yang didiaminya berpuluh tahun tersebut,akan melakukan perlawanan dan mempertahankan lahan dan rumah tersebut,karena eksekusi itu tidak tepat alamatnya.

"Silahkan eksekusi pengosongan rumah yang sesuai dengan nomor rumah yang tertera dalam surat itu,karena bukan rumah saya,itu rumah miliknya si Teguh"pungkasnya.

Sementara itu,Mustafa Djafar panitera PN Batam yang menandatangani surat eksekusi pengosongan rumah tersebut,tidak berada diruangannya,saat Batamreport.com mengunjungi ruangannya.

"Bapak lagi rapat,ada tamu dari bagian pengawasan" ujar salah satu staff yang berada diruangannya tersebut.

(Red/Ai/Amok Group).

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya