» » PN Batam Sidangkan Perwira Menengah Polda Kepri Dalam Kasus Senpi

PN Batam Sidangkan Perwira Menengah Polda Kepri Dalam Kasus Senpi

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 24 Agustus 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Pengadilan Negeri (PN) Batam gelar sidang anggota polisi berpangkat perwira menengah,Kompol Irvan Asido Siagian beserta 20 orang terdakwa pengguna narkoba lainnya,yang ditangkap oleh jajaran Direktorat Narkoba Polda Kepri pada gelar razia Operasi Antik pada 12 November 2015 di Hotel Rasinta,depan City Walk Nagoya .Rabu (24/8) pagi.

Kompol Irvan Asido Siagian disidangkan terkait kepemilikan senjata api (senpi) jenis pistol,dan 9 butir peluru dan sidangnya dikawal dan ketat Propam Polda Kepri,dan saat datang ke PN Batam menggunakan mobil tahanan milik Polda Kepri juga.

Terdakwa yang merupakan perwira menengah dilingkungan Polda Kepri tersebut,didampingi oleh penasehat hukumnya AKP Edy Wijayanto SH dan Mangundang Lumban Batu SH.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Batam,Rumondang Manurung SH,dalam pembacaan dakwaannya,mengatakan
bahwa terdakwa Irvan Asido Siagian pada  tanggal 12 November 2015 di tangkap oleh Direktorat Narkoba Polda Kepri dalam opersai Antik yang dipimpin langsung oleh Direktur Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Wiyarso, bertempat di kamar nomor 903 lantai 2 Bungalow Sugriwa Hotel Rasinta Kota Batam bersama Samsir.

Menurutnya,terdakwa tersangkut kasus turut serta melakukan perbuatan tanpa hak memasukkan ke Indonesia, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya, atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia senjata api dan amunisi.

Dan dalam bacaan dakwaan itu juga,disebutkan penggeledahan yang diperintahkan AKBP Roni Faisal Saiful terhadap Samsir untuk membuka pintu lemari dan di dalam isi lemari milik terdakwa ditemukan satu unit senpi jenis revolver warna silver merek Pindad,dan sembilan butir peluru dalam tas sandang milik terdakwa.

Usai pembacaan sidang oleh JPU,terdakwa Irvan Asido Siagian yang didampingi penasehat hukumnya,menyatakan keberatan atas tuduhan penyidik Polda Kepri kepadanya.

"Senpi dituduhkan Polda Kepri tersebut tidak pernah ditunjukkan padanya,termasuk ketika pemeriksaan yang dilakukan oleh Direskrimsus Polda Kepri, tidak ada ditunjukkan sama sekali," bantah Irvan Asido.

Atas dakwaan tersebutkan penasehat hukum terdakwa, Mangundang Lumban Batu SH mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan eksepsi. 

"Untuk persidangan berikutnya, kami dari Penasehat Hukum terdakwa akan mengajukan eksepsi yang mulia," ucap Mangundang SH.

Terkait adanya keluhan dari kliennya, Mangundang SH dalam sidang mengajukan surat pada majelis hakim agar terdakwa menjadi tahanan kota atau setidaknya ditahan di rutan.

"Jika terdakwa masih menjadi tahanan Polda Kepri, akan menyulitkan kami selaku penasehat hukum untuk berkomunikasi," pinta Mangundang SH.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Majelis Tiwik SH didampingi Syahrial SH dan Endi SH ini akan dilanjutkan kembali minggu depan.

Akibat perbuatan terdakwa Irvan Asido Siagian diancam pidana Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun1951 tentang Ordonnatietijdelijke Bijzonderestraf palingen (STBL. 1948 Nomor 17) dan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 8 Tahun 1948 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. 

(Red/Ai).

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya