» » Nahkoda dan Abk Kapal Pembawa 90 Ton Beras dan Gula Positif Pakai Narkoba

Nahkoda dan Abk Kapal Pembawa 90 Ton Beras dan Gula Positif Pakai Narkoba

Ditulis Oleh: Redaksi | Senin, 19 September 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Penangkapan Kapal KM.Mulia Abdi pembawa 90 ton beras merek cap " Anak Terbang"dan gula pasir ilegal oleh Tim WFQR 4 dan Unit Intel Lanal Batam,mempunyai cerita tersendiri.

Pasalnya,sebelum diamankan oleh petugas,nahkoda kapal Idris dan satu anak buahnya,positif menggunakan narkoba sebelum membawa barang selundupan ilegal tersebut dari Singapura ke Batam.

Danlantamal IV Tanjung Pinang,Laksma TNI S.Irawan mengatakan,nahkoda kapal KM.Mulia Abdi dan satu abk nya positif memakai narkoba jenis sabu-sabu.

"Saat kapal nyandar,kita periksa dan temukan beberapa alat hisap sabu (bong) yang dipakai kedua nya " kata Laksma TNI,S.Irawan di Mako Lanal Batam,Tanjung Sengkuang,Batu Ampar,Batam.Senin (19/9) sekitar pukul 11.00 wib.

Bahkan sang nahkoda kapal KM.Mulia Abdi,Idris pun mengakui bahwa ia bersama abk nya,memakai narkoba karena,agar berani bawa barang -barang selundupan ilegal tersebut.

"Saat di tes urine,positif pakai sabu-sabu kedua nya,bahkan sedang kita dalami apakah mereka juga membawa narkoba atau tidak di dalam kapal,karena kita belum bongkar muatan nya" ujar nya.

Dikatakan nya lagi,puluhan ton beras dan gula ilegal yang akan diselundupkan dari Singapura ke Batam ini,berjumlah miliaran rupiah,diangkut oleh KM.Mulia Abdi dan direncanakan akan menyandar di pelabuhan rakyat di Batu Merah,Batu Ampar,Batam.

"Mereka mau ke pelabuhan rakyat di Batu Merah,namun kandas di perairan Sungai Belian,karena air surut" tutur S.Irawan.

Kapal KM.Mulia Abdi diamankan oleh Tim WFQR 4 yang sedang patroli rutin dan kandas di sekitar perairan Sungai Belian.

Danlantamal IV Tanjung Pinang,S.Irawan juga menerangkan,untuk pelaku penyelundupan beras dan gula ilegal 90 ton ini,sang nahkoda dikenakan pasal 323 ayat (1) surat persetujuan 
berlayar dari Syahbandar serta pasal 285 terkait dengan manifest muatan,dan juga pasal 302 ayat 1 terkait kapal tidak layak berlayar. 

"Hukumannya 9 tahun penjara,karena dikenakan pasal berlapis,dan muatan nya kita kordinasikan kepada pihak Bea Cukai yang ada di Batam" ujar nya mengakhiri.

(Red/Ai).

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya