PT CIMT Ajukan Gugatan Perdata Terhadap PT MPS Karena Ingkar Janji Di PN Batam

Batamreport.com - Batam : Tantimin SH,MH dan Rudianto SH selaku kuasa hukum yang ditunjuk oleh PT Cindo International Marine Trading (CIMT)...

Batamreport.com - Batam : Tantimin SH,MH dan Rudianto SH selaku kuasa hukum yang ditunjuk oleh PT Cindo International Marine Trading (CIMT) mengajukan gugatan perdata Ingkar Janji (wan prestasi) terhadap PT Multi Prima shipyard,di Pengadilan Negeri (PN) Batam.Selasa (6/9).

Sidang gugatan perdata ingkar janji itu sendiri,digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari penggugat (PT CIMT) Eko Santoso,dimana dalam persidangan yang dipimpin oleh hakim tunggal PN Batam,Iman.

Eko menerangkan bahwa benar PT Multi Prima Shipyard (MPS) telah membeli 4 unit Nov Crane kepada PT CIMT,seharga USD23.500,- dan baru dibayar uang muka 50% (USD 11.750) sehingga masih sisa USD11.750,- yang belum dibayar oleh PT MPS tersebut.

Saksi Eko sendiri adalah marketing di PT CIMT yang menjualkan 4 unit Nov Crane kepada PT Multi Prima Shipyard

Adapun dasar dan alasan-alasan gugatan Penggugat adalah sebagai berikut :

Bahwa Penggugat adalah perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang bergerak di bidang perdagangan (distributor) alat-alat transportasi laut, suku cadang, alat-alat berat/mesin-mesin dan perlengkapan kapal yang telah memperoleh perizinan dari instansi terkait, dan Tergugat adalah suatu perseroan terbatas yang di dirikan berdasarkan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bergerak dibidang pembangunan kapal (shipyard building);

Bahwa Tergugat telah membeli dari Penggugat sebanyak 4 (empat) unit Nov Crane 12M sebagaimana terurai dalam perjanjian atau kontrak jual beli Nomor : CIMT/CON/2015/01/0001, tanggal 05 Januari 2015 (selanjutnya disebut perjanjian) (vide bukti P-1), dengan nilai sebesar USD.23.500,- (dua puluh tiga ribu lima ratus dollars Amerika);

Bahwa sesuai Pasal 2.1 Perjanjian, Tergugat harus membayar uang muka (down payment) sebanyak 50% (lima puluh persen) dari jumlah nilai perjanjian sejak perjanjian diberlakukan dan sisanya 50% (lima puluh persen) harus dibayar oleh Tergugat kepada Penggugat sebelum barang dikirim kepada Tergugat atau sebelum pengiriman kapal dari pabrik ;

Bahwa pada tanggal 12 Januari 2015, Tergugat sudah membayar kepada Penggugat uang muka (down payment) pembelian 4 (empat) unit Nov Crane sebanyak 50% dari jumlah nilai perjanjian, yaitu USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika), sebagaimana teruai dalam Kwitansi tanda terima resmi (Official Receipt) tanggal 12 Januari 2015 (vide bukti P-2) ;

Bahwa sebelum barang dikirim kepada Tergugat atau sebelum pengiriman kapal dari pabrik, Tergugat memohon kepada Penggugat bahwa sisa pembayaran perjanjian sebanyak 50% dari jumlah nilai perjanjian, sejumlah USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika) baru akan dibayar oleh Tergugat kepada Penggugat setelah barang diterima oleh Tergugat di Kota Batam ;

Bahwa pada tanggal 12 Mei 2015 Penggugat telah mengantar dan menyerahkan barang sesuai perjanjian kepada Tergugat sebagaimana terurai dalam Surat Pengiriman (Delivery Order) Nomor : 150167 (vide bukti P-3), tanpa ada keberatan apapun dari Tergugat ;

Bahwa selanjutnya Penggugat melakukan penagihan atas sisa pembayaran perjanjian sejumlah USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika) atau setara dengan Rp. 152.750.000,- (seratus lima puluh dua juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) kepada Tergugat, terakhir pada tanggal 08 April 2016 (vide bukti P-4), namun Tergugat selalu mengulur-gulur waktu, tidak melakukan pembayaran sisa perjanjian jual beli crane kepada Penggugat, bahkan Penggugat telah 2x (dua kali) menyampaikan somasi (peringatan) kepada Tergugat (vide bukti P-5 dan P-6), agar Tergugat membayar sisa tagihannya, namun hingga gugatan ini di daftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Batam, Tergugat juga belum melunasi seluruh tagihannya, yang karena itu secara hukum terbukti bahwa Tergugat telah ingkar janji atau wanprestasi kepada Penggugat ;

Bahwa ternyata Tergugat tidak ada itikat baik dalam menyelesaikan tagihannya, selalu mengulur-gulur waktu dan tidak melaksanakan prestasinya kepada Penggugat telah menimbulkan kerugian bagi Penggugat ;

Bahwa tindakan Tergugat yang tidak melaksanakan kewajibannya yaitu membayar seluruh tagihan pembelian crane sejumlah USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika) atau setara dengan Rp. 152.750.000,- (seratus lima puluh dua juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) yang telah jatuh tempo adalah Perbuatan Ingkar Janji (Wansprestasi) ;

Bahwa untuk mendukung dalil-dalilnya, Penggugat mengajukan bukti-bukti surat berupa (semuanya fotocopy sesuai dengan aslinya) :
Salinan Kontrak Nomor : CIMT/CON/2015/01/0001, tanggal 05 Januari 2015, yang ditanda tangani antara Penggugat dan Tergugat, yang diberi kode P-1 ;
Surat Kwitansi Tanda Terima resmi (Official Receipt) Penggugat tertanggal 12 Januari 2015, yang diberi kode P-2 ;
Surat Pengiriman (Delivery Order) Penggugat Nomor : 150167, tertanggal 12 May 2015, yang diberi kode P-3 ;
Surat Penagihan (Statement of Account) Penggugat, tanggal 08 April 2016, yang diberi kode P-4 ;
Surat Tagihan (Performa Invoice) Penggugat Nomor : PINV/CIMT/0115/0001, tanggal 08 Januiari 2015, yang diberi kode P-5 ;

Surat Somasi Kuasa Hukum Penggugat Nomor : 042/KH-TR/CIMT/S-MP/IV/2016, tanggal 29 April 2016 dan bukti pengiriman PT. Pos Indonesia Nomor : 411450992, tanggal 29 April 2016, yang diberi kode P-6 ;
Surat Somasi Kedua dan Terakhir Kuasa Hukum Penggugat Nomor : 045/KH-TR/CIMT/MP-SII/V/2016, tanggal 21 Mei 2016 dan bukti pengiriman PT. Pos Indonesia Nomor : 448308060, tanggal 21 Mei 2016, yang diberi kode P-7 ;

Surat Pengajuan gugatan ke Pengadilan Negeri Batam Kuasa Hukum Penggugat Nomor : 063/KH-TR/CIMT/MP-PG/VII/2016, tanggal 13 Juli 2016, yang diberi kode P-8 ;

Salinan Akte Pendirian Perseroan Terbatas PT. Cindo International Marine Trading Nomor : 06, tanggal 11 Juli 2011, yang dibuat dihadapan Debora Ekawati Lukman Dadali, S.H., yang diberi kode P-9 ;

Salinan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor : AHU-40476.A.H.01.01.Tahun 2011, tanggal 10 Agustus 2011, tentang Pengesahan Badan Hukum Perseroan, yang diberi kode P-10 ;

Salinan Surat Keterangan Domisili Usaha Nomor : 069/DOM/517/BK/VII/2011, tanggal 15 Juli 2011 yang dikeluarkan oleh Camat Batam Kota, yang diberi kode P-11 ;

Salinan Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Nomor : 44.KH/2/IU/PMA/2013, tanggal 28 April 2014, tentang Izin Usaha Perdagangan Penanaman Modal Asing, yang diberi kode P-12 ;

Salinan Surat Izin Angka Pengenal Importir – Umum (API-U) Nomor : 310501146-K, tanggal 09 Januari 2014, yang dikeluarkan oleh Badan Pengusahaan Batam, yang diberi kode P-13 ;

Salinan Surat Tanda Daftar Perusahaan Nomor : 33.10.1.46.09894, tanggal 11 Agustus 2011, yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam, yang diberi kode P-14 ;

Bahwa untuk mendukung dalil-dalil, Penggugat mengajukan bukti saksi antara lain :
Saksi Eko Santoso W
Adapun keterangan saksi Eko Santoso W adalah sebagai berikut :

Bahwa saksi adalah marketing pada PT. Cindo International Marina Trading ;
Bahwa benar Penggugat ada menjual 4 (empat) unit Crane kepada Tergugat ;
Bahwa nilai kontrak jual beli 4 (empat) unit Crane adalah sebesar USD.23.500,- (dua puluh tiga ribu lima ratus dollar Amerika) ;
Bahwa benar Tergugat telah membayar uang muka (down payment) sebanyak 50% yaitu sejumlah USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika), dan masih sisa USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika) lagi yang belum dibayar oleh Tergugat ;
Bahwa sesuai kontrak, Tergugat membayar uang muka (down payment) sebanyak 50% dari USD.23.500,- (dua puluh tiga ribu lima ratus dollar Amerika) yaitu USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika) dan sisanya USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika) dibayar Tergugat kepada Penggugat sebelum pengiriman barang ;
Bahwa namun ada permintaan dari Tergugat agar sisa pembayaran sebanyak USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika) dibayar kepada Penggugat setelah Tergugat menerima barang ;
Bahwa 4 (empat) unit crane pesanan Tergugat telah diantar kepada Tergugat pada tanggal 12 Mei 2015 ;
Bahwa setelah barang diantar hingga saat ini belum pernah ada keluhan atau komplain dari Tergugat ;
Bahwa hingga saat ini sisa pembayaran USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika) belum dibayar oleh Tergugat ;

Saksi Helen
Adapun keterangan saksi Eko Santoso W adalah sebagai berikut :

Bahwa saksi bekerja sebagai administrasi di PT Cindo International Marine Trading;
Bahwa benar ada perjanjian jual beli crane antara Penggugat dan Tergugat sebanyak 4 (empat) unit
Bahwa nilai kontrak jual beli crane antara Penggugat dan Tergugat adalah sebesar USD.23.500,- (dua puluh tiga ribu lima ratus dollar Amerika) ;
Bahwa Tergugat sudah membayar USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollar Amerika), dan masih sisa USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollar Amerika) lagi yang belum dibayar oleh Tergugat ;

Bahwa tagihan sejumlah USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollar Amerika) sudah jatuh tempoh ;
Bahwa tidak ada keluhan ada complain dari Tergugat ;
Bahwa Penggugat sudah beberapa kali melakukan penagihan kepada Tergugat namun hingga saat ini belum dibayar oleh Tergugat ;

Bahwa Pasal 1320 Kitab Undang Undang Hukum Perdata, sahnya perjanjian harus memenuhi empat syarat yaitu : adanya kesepakatan untuk mengikatkan diri, kecakapan untuk membuat suatu perjanjian, suatu hal tertentu dan sebab yang halal ;

Bahwa perjanjian yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam Pasal 1320 KUHPerdata adalah perjanjian yang sah sehingga karenanya mengikat para pihak pembuatnya sebagai Undang-undang serta harus dilaksanakan oleh para pihaknya dengan itikat baik sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia (KUH Perdata) ;

Bahwa mengacu pada :

Pasal 1238 KUH Perdata yang mengatur bahwa : "Si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatan sendiri, ialah jika ini menetapkan bahwa si berutang harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan".

Pendapat Prof. Subekti, SH dalam buku "Hukum Perjanjian", Penerbit Intermasa, halaman 45-46, menyatakan : "wanprestasi (kelalaian atau kealpaan) seorang debitur dapat berupa empat macam :

Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya;
Melaksanakan apa yang dijanjikannya, tetapi tidak sebagaimana dijanjikan;
Melakukan apa yang dijanjikannya tetapi terlambat;
Melakuan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya yang paling mudah untuk menetapkan seorang melakukan wanprestasi ialah dalam perjanjian yang bertujuan untuk tidak melakukan suatu perbuatan. Apabila orang itu melakukannya berarti ia melanggar perjanjian. Ia melakukan wanprestasi."

Pendapat Suharnoko, SH, MLI dalam buku "Hukum Perjanjian, Teori dan Analisa Kasus", Penerbit Kencana, halaman 115, menyatakan : Kitab Undang-undang Hukum perdata membedakan dengan jelas perikatan yang lahir dari perjanjian dan perikatan yang lahir dari Undang-undang. Akibat hukum suatu perikatan yang lahir dari perjanjian memang dikehendaki oleh para pihak, karena memang perjanjian didasarkan atas kesepakatan yaitu persesuaian kehendak antara para pihak yang membuat perjanjian. Apabila atas perjanjian yang disepakati terjadi pelanggaran, maka dapat diajukan gugatan wanprestasi, karena ada hubungan kontraktual antara pihak yang menimbulkan kerugian.
Maka dengan tidak dilaksanakannya kewajiban Tergugat yaitu membayar tagihan sebagaimana kesepakatan (perjanjian lisan), telah membuktikan bahwa Tergugat telah wanprestasi terhadap kesepakatan (perjanjian lisan) sehingga sudah cukup alasan bagi Ketua Pengadilan Negeri Batam atau Majelis/Hakim Yang Terhormat untuk menerima gugatan Penggugat ini ;

Bahwa oleh karena Tergugat nyata-nyata telah lalai melaksanakan kewajibannya (Tergugat telah Wanprestasi), maka sesuai dengan ketentuan Pasal 1267 KUHPerdata, Penggugat diberikan beberapa pilihan bentuk tuntutan yang dapat diajukan kepada Tergugat yaitu untuk melakukan :
a. Pemenuhan perjanjian;
b. Pemenuhan perjanjian disertai ganti rugi;
c. Ganti rugi saja;
d. Pembatalan perjanjian;
e. Pembatalan disertai ganti rugi.

Bahwa atas wanprestasinya Tergugat, Penggugat berhak untuk memintakan agar Tergugat memenuhi prestasinya dan disertai ganti rugi, yaitu :
Melaksanakan kewajibannya yaitu membayar seluruh tagihan hutang uang pembelian crane yang berjumlah USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika) atau setara dengan Rp. 152.750.000,- (seratus lima puluh dua juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) ;
Memberikan ganti rugi atau keuntungan yang bakal diperoleh Penggugat yaitu sejumlah 6% x Rp. 152.750.000 x 1,5tahun = Rp 13.747.500,- (tiga belas juta tujuh ratus empat puluh tujuh ribu lima ratus rupiah), dan ;
Kerugian inmaterial sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) ;

Bahwa untuk menjamin agar tuntutan Penggugat tidak menjadi illusoir kelak, dengan ini Penggugat mohon agar Ketua Pengadilan Negeri Batam atau Majelis/Hakim Yang Memeriksa dan Mengadili perkara ini berkenan terlebih dahulu meletakkan sita jaminan (Conservatoir Beslag) terhadap harta bergerak atau harta tidak bergerak milik Tergugat ;

Bahwa agar Tergugat mematuhi putusan ini, maka wajar bila Tergugat membayar uang paksa (dwansom) sebesar Rp.1.000.000,-/hari (satu juta rupiah per hari) apabila Tergugat lalai dalam melaksanakan putusan ini setelah mempunyai kekuatan hukum yang tetap ;

Bahwa oleh karena gugatan Penggugat didasarkan bukti-bukti yang otentik, maka mohon agar putusan perkara ini dapat di jalankan terlebih dahulu walaupun ada upaya hukum verzet, banding, atau kasasi (Uitvoerbaar bij Vorraad) ;

Bahwa berdasarkan hal-hal sebagaimana terurai di atas, dengan ini Penggugat memohon dengan hormat agar Ketua Pengadilan Negeri Batam Cq Hakim Yang Memeriksa dan Mengadili perkara ini berkenan untuk menetapkan hari sidang, memanggil para pihak, memeriksa dan mengadili dan untuk selanjutnya memutuskan sebagai berikut :

Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;

Menyatakan sah dan berharga perjanjian atau kontrak pembelian crane Nomor : CIMT/CON/2015/01/0001, tanggal 05 Januari 2015, antara Penggugat dan Tergugat ;

Menyatakan Tergugat telah melakukan Perbuatan Ingkar Janji (Wanprestasi) ;

Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (Conservatoir Beslag) terhadap harta bergerak dan harta tidak bergerak milik Tergugat ;

Menghukum Tergugat untuk segera :
Melaksanakan kewajibannya yaitu membayar lunas dan seketika seluruh sisa tagihan pembelian 4 (empat) unit crane yang berjumlah USD.11.750,- (sebelas ribu tujuh ratus lima puluh dollars Amerika) atau setara dengan Rp. 152.750.000,- (seratus lima puluh dua juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) ;
Memberikan ganti rugi atau keuntungan yang bakal diperoleh Penggugat yaitu sejumlah 6% x Rp. 152.750.000 x 1,5tahun = Rp 13.747.500,- (tiga belas juta tujuh ratus empat puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) dan ;
Kerugian inmaterial sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) ;

Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwansom) secara tunai dan seketika sebesar Rp.1.000.000,-/hari (satu juta rupiah per hari) apabila Tergugat lalai dalam melaksanakan putusan ini setelah mempunyai kekuatan hukum yang tetap ;

Menyatakan putusan perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada perlawanan, banding, kasasi ataupun upaya hukum lainnya dari Tergugat atau pihak ketiga lainnya (uitvoerbaar bij vorraad) ;

Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini ;

Atau, apabila Ketua Pengadilan Negeri Batam Cq Majelis/Hakim Yang Memeriksa dan Memutus perkara ini berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);

(Red/Ai).

COMMENTS

Nama

batam,194,bola,2,ekonomi,44,Headline,170,Hukum,115,Internasional,14,nasional,51,politik,10,Selebritas,14,
ltr
item
batamreport.com - digital media batam: PT CIMT Ajukan Gugatan Perdata Terhadap PT MPS Karena Ingkar Janji Di PN Batam
PT CIMT Ajukan Gugatan Perdata Terhadap PT MPS Karena Ingkar Janji Di PN Batam
http://4.bp.blogspot.com/-eD9qJ9SW6e8/V8-vHDlu8kI/AAAAAAAAAhc/rnisnUz1maUYcqE8iCqZyy2ouA0m0traQCK4B/s320/P_20160906_132424-771474.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-eD9qJ9SW6e8/V8-vHDlu8kI/AAAAAAAAAhc/rnisnUz1maUYcqE8iCqZyy2ouA0m0traQCK4B/s72-c/P_20160906_132424-771474.jpg
batamreport.com - digital media batam
http://www.batamreport.com/2016/09/pt-cimt-ajukan-gugatan-perdata-terhadap.html
http://www.batamreport.com/
http://www.batamreport.com/
http://www.batamreport.com/2016/09/pt-cimt-ajukan-gugatan-perdata-terhadap.html
true
3795055939870948859
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA: BERITA ARCHIVE SEARCH SEMUA BERITA maaf berita yang dicari tidak ditemukan KEMBALI Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy