» » PT MPS Sebutkan Ada Kelebihan Pembayaran Sebesar USD 15.000 dalam Pembelian Nov Crane dari PT CIMT

PT MPS Sebutkan Ada Kelebihan Pembayaran Sebesar USD 15.000 dalam Pembelian Nov Crane dari PT CIMT

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 09 September 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar sidang gugatan perdata wan prestasi PT.Multi Prima Shipyard (MPS) terhadap PT.Cindo Internasional Marine Trading (CIMT) dengan agenda mendengarkan saksi dari kedua belah pihak.Kamis (8/9) sekitar pukul 11.00 wib.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh hakim tunggal Iman Budi Poetra Noor SH, MH itu, PT MPS menghadirkan 3 orang saksi,yakni Alak sebagai admin keuangan,Soni Simatupang sebagai Staff Hrd,dan M.Erwin Setiawan sebagai General Manager,sedangkan dari PT CIMT sendiri menghadirkan Helen sebagai keuangan diperusahan tersebut.

Dalam memberikan keterangan nya di depan hakim PN Batam,Alak selaku bagian keuangan PT MPS mengatakan perusahaan dimana tempatnya bekerja itu,telah membayar ke  PT. CIMT untuk pembelian Nov Crane sebesar USD 90.530, padahal sesuai kontrak hanya USD 75.530,dan diakui nya ada kelebihan sekitar USD 15.000.

Bahkan Alak pun sempat dimarahi olek Direktur PT MPS Soniono,karena ada kelebihan pembayaran tersebut.

Usai sidang,Soniono yang didampingi oleh kuasa hukumnya Sahat Hutahuruk SH dan Edward Sihotang SH,mengatakan
pihaknya bukan tidak mau membayar separuh uang pembelian Nov Crane dari kontrak kedua sebesar USD11.750 yang ditagih oleh PT. CIMT,namun karena 4 alat Nov Crane yang dibeli dari PT. CMT tidak sesuai spesifikasi atau standar Jerman sesuai yang diminta oleh perusahaannya.

Bahkan dikatakannya lagi,kontrak kedua tersebut adalah pengganti dari alat Nov Crane yang dari kontrak yang pertama, yang mana mereka telah membayar lebih sebesar USD 15.000 kepada PT.CIMT.

" Yang kami beli itu tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan,ditambah lagi daya listriknya yang besar, dan speed crane terlalu cepat,dan saatvini malah alat itu tidak kita pakai,diperparah lagi dengan selalu mati nya saluran listrik jika kita pakai alat tersebut,dan beberapa alat kantor seperti komputer mati dan rusak" kata Soniono kepada wartawan yang menemuinya,usai sidang yang nantinya akan dilanjutkan kembali pada (19/9).

Maka dari itulah ia mengajukan complain terhadap PT CIMT karena Nov Crane yang dibelinya dari perusahaan itu,diganti dengan komponen mesin Jerman,karena kita telah mengetahui mesin tersebut dari China.

Soniono juga menuturkan,pihaknya yang sudah mengajukan complain kepada PT CIMT itu,ditanggapi oleh perusahaan penggugat dengan mengutus seorang marketingnya yang tak lain adalah masih kerabatnya Soniono juga,yakni Eko Santoso,dimana kedua belah pihak telah melakukan rapat sebanyak 4 kali.

"Dalam rapat tersebut,selalu ada notulen nya (berita acara) yang nantinya jadi bukti jika menanggapi gugatan dari pihak PT CIMT" ujar Soniono lagi.

Dijelaskan kembali olehnya,dalam hal gugatan PT CIMT ini,pihaknya tidak lah salah karena pihaknya menganggap penggugat lah yang tidak sesuai dengan komitmennya menjual barang kepada kami.

"Kita ada bukti-bukti saat rapat dengan PT CIMT karena keberatan dengan alat Nov Crane kita jadikan bukti dalam perkara ini.Bahkan dengan adanya kasus ini kita perusahaan shipyard akan lebih berhati-hati memilih barang dari rekanan, semoga semua perusahaan shipyard lain nya juga begitu, " pungkas nya.

(Red/Ai).


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya