» » Speed Boat Pengangkut TKI Berhasil diamankan Tim WFQR TNI AL

Speed Boat Pengangkut TKI Berhasil diamankan Tim WFQR TNI AL

Ditulis Oleh: Redaksi | Senin, 19 September 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Sehari sebelum mengamankan kapal pengangkut puluhan ton beras dan gula ilegal yang akan diselundupkan dari Singapura ke,tepatnya Sabtu (17/9) Tim WFQR IV/ Unit 1 Jatanrasla dan Unit Intel Lanal juga mengamankan sebuah speed boat tanpa nama,di perairan di Tanjung Pinggir,Sekupang di titik koordinat 01 08 809" LU - 103 5 427 BT.

Bahkan dalam mengamankan speed boat yang di nahkodai oleh tekong yang bernama Samsudin(55) warga Tanjung Sengkuang,Batu Ampar ini,petugas WFQR 4 sempat melepaskan tembakan,guna menghentikan laju speed boat yang dikemudikan nya.

"Saat itu tim WFQR,sedang melakukan patroli rutin dengan menggunakan kapal Sea Rider,yang melihat speef boat melaju kencang dengan kecepatan tinggi,tim mencoba menghentikan nya,dengan memberikan rambu-rambu peringatan,tetapi tetap saja melaju kencang,dan akhirnya terpaksa kita tembak " kata Danlatamal IV Tanjung Pinang,Laksma TNI,S.Irawan saat ekpos penangkapan kapal pembawa 90 ton beras dan gula ilegal,di Mako Lanal Batam,Senin (19/9).sekitar pukul 11.00 wib.

Diteruskannya,setelah dilalukan penembakan,akhirnya speed boat tanpa nama itu,menghentikan lajunya,dan dilakukan pemeriksaan oleh anggota WFQR,ditemukan 5 Abk didalam speed boat tersebut,yang tidak memiliki dokumen,dan surat kapal.Bahkan petugas pun tidak menemukan barang yang akan diselundupkan.

"Tidak ada barang bukti yang diamankan,hany ke 5 abk dan nahkoda nya saja,tapi biarpun begitu tetap kita amankan dan bawa ke Lanal Batam " ujarnya.

Dilanjutkan oleh Danlatamal IV Tanjung Pinang itu,dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan oleh pihaknya,dan dilanjutkan dengan berkordinasi dengan aparat negara tetangga Malaysia (APMM) dan di dapatkan identitas semua abk dan nahkoda tersebut,cocok dengan target operasional aparat Indonesia bersama Malaysia.

"Mereka target operasi kita (Indonesia) dengan aparat Malyasia,karena sering kali melakukan penyelundupan" tutur Laksma TNI,S.Irawan.

Kembali dijelaskan olehnya,adapun penyelundupan yang dimaksud adalah berupa perdagang manusia (human trafficking) dengan membawa calon TKI ilegal ke Malaysia,atau rokok yang diselundupkan secara ilegal ke antar pulau.

Intinya,nahkoda dan 5 abk nya serta speed boat tanpa nama itu,terlibat dalam kegiatan ilegal dilautan,dan telah menjadi target operasi aparat Indonesia dan Malaysia.

"Untuk nahkoda dan 5 abk nya dijerat pasal pelayaran "pungkas Danlantamal IV Tanjung Pinang,Laksma TNI,S.Irawan itu.

(Red/Ai).

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya