» » Tim Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris Di Batam

Tim Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris Di Batam

Ditulis Oleh: Redaksi | Senin, 05 September 2016 | No comments

Batamreport.com : Tim Densus 88 Anti teror kembali melakukan penangkapan seorang pria,berinisial LH (24) yang diduga terlibat jaringan teroris di Batam pada Sabtu (3/9) sekitar pukul 11.05 wib.

Penangkapan LH sendiri dilakukan disebuah warung internet (warnet) bernama Maxxis ,yang terletak di pertokoan Fanindo,Batu Aji Batam,Kepri milik Bowo.Dimana pelaku sering bermain warnet dengan membuka Account Facebooknya.

Kapolda Kepri Brigjend Sam Budigusdian dalam jumpa pers diruang rupatama lantai II Mapolda Kepri,mengatakan bahwa identitas LH yang lahir di pada tanggal 25 Agustus 1992 ini,beragama islam,dan tinggal di perumahan Taman Carina Blok 41 no 4 RT 04,RW 02 Kel Tanjung Uncang,Kec Batu Aji.

"Terduga ini tinggal bersama kakaknya SH (33) yang bekerja di PT BBA,dan suaminya AS (37) bekerja disebuah galangan kapal di Batam,dan mempunyai 4 bersaudara" kata Kapolda Kepri,Brigjend Pol Sam Budigusdian saat memberikan katerangan persnya.Senin (5/9) pukul 09.00 wib.

Dilanjutkannya,selain mengamankan terduga pelaku teroris tersebut,Densus 88 Anti teror juga mengamankan barang bukti berupa :

1.1pucuk senjata api (senpi) laras panjang merk Sharp Inova,milik saudara H,yang diamankan dirumah R,Perum Taman Pesona Indah,Batu Aji.
2.1 buah pasport an terduga LH yang dikeluarkan Imigrasi Batam,tertanggal 17 Maret 2016,dan berlaku hingga 17 Maret 2012.
3.1 buah buku berjudul "Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW".
4.1buah buku berjudul "Perang Akhir Zaman".
5.1 buah dompet merk Hardline warna hijau hitam.
6.2 buah kartu ATM Bank Mandiri.
7.2 buah buku Bank Mandiri an.terduga yang dikeluarkan oleh KCP Kijang dan KCP Batam Industrial Park.
8.2 unit HP merk Samsung dan Hammer.
9.1 buah Tas Ransel warna hitam.
10.1 unit sepeda motor Yamaha Xeon warna merah putih.

Kapolda Kepri juga menambahkan,penangkapan terduga LH yqng ditangkap oleh Tim Densus 88 Anti teror ini,masih berkaitan dengan Kelompok Khitabah Gonggong Rebus/Gigih Rahmat (KGR).

"LH dianggap telah membantu memyembunyikan DPO teroris berinisial D asal Uighur,bersama kelompok KGR dan juga diduga menerima aliran dana dari ETIM (East Turkistan Islam Movement) "ujar orang nomor satu di Polda Kepri ini.

Hingga saat ini,terduga teroris LH masih dalam pemeriksaan Tim Densus 88 anti teror.Dan pasal yang dikenakan atau yang dilanggar adalah pasal no 6,7,8 Undang-undang Negara Republik Indonesia tentang penetapan PP pengganti Undang-Undang no 1Tahun 2002 tentang pemberantasan Tindak Pidana Teroris menjadi Undang-Undang.

(Red/Ai/Rils)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya