» » Tim WFQR AL Gagalkan Penyelundup 90 Ton Beras dan Gula Ilegal

Tim WFQR AL Gagalkan Penyelundup 90 Ton Beras dan Gula Ilegal

Ditulis Oleh: Redaksi | Senin, 19 September 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Tim WFQR 4 / Unit 1/Jatanrasla dan Unit Intel Lanal Batam,gagalkan penyelundunpan beras dan gula sebanyak 90 ton,yang dibawa menggunakan kapal kayu KM Mulia Abdi berbendera Indonesia,dari Singapura menuju Batam.

Komandan Lantamal IV (Danlantamal) Tanjung Pinang,Laksma S.Irawan dalam konfrensi pers nya dengan awak media,di Mako Lanal Batam,Tanjung Sengkuang,Batu Ampar,Batam mengatakan penangkapan dilakukan di perairan Sungai Belian,Batam Center pada posisi 01 09'42" LU - 104 04' 16" BT,pada Minggu (18/9) sekitar 07.45 pagi.

"Penangkapan berawal dari kecurigaan anggota WFQR 4 yang sedang patroli dan mencurigai sebuah kapal yang kandas di perairan Botania,dan langsung melakukan pengamanan/henrikan terhadap kapal tersebut" kata Laksma S.Irawan.Senin (19/9) sekitar pukul 11.00 wib.

Dia katakan lagi,setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kapal KM Mulia Abdi ini,ternyata tidak dilengkapi dengan dokumen,bahkan kapal yang beranggotakan 4 orang abk,dinakhodai oleh Idris,langsung ditarik dan dibawa ke Mako Lanal Batam di Tanjung Sengkuang.

"Selain beras yang bermerek cap "Anak Terbang" terdapat puluhan ton gula pasir di dalam kapal tersebut" ujarnya.

Dilanjutkannya,total keseluruhan beras dan gula yang akan di selundupkan dari Singapura ke Batam ini,jumlahnya belum diketahui pasti,karena masih dalam pemeriksaan,namun dari pengakuan nahkoda kapal itu,muatannya mencapai 90 ton.

"Kita belum melakukan bongkar muat isi kapal,karena baru tadi pagi kita bawak ke Lanal Batam" terang orang nomor satu di Lantamal IV Tanjung Pinang itu.

Laksma S.Irawan juga menambahkan,dalam kasus penyelundupan puluhan ton beras dan gula ini,yang digagalkan oleh anak buahnya itu (Tim WFQR), pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan instansi terkait,dalam proses penyelidikan lanjutannya.

"Kapal dan barang bawaan nya tidak ada dokumen nya satu pun " pungkas Laksma S.Irawan.

(Red/Ai).

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya