» » Abob Berikan Uang 20 Milyar Kepada Awang Herman Untuk Penimbunan Lahan Pulau Bokor

Abob Berikan Uang 20 Milyar Kepada Awang Herman Untuk Penimbunan Lahan Pulau Bokor

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 19 Oktober 2016 | No comments

Batamreport.com - Batam : Achmad Mahbob alias Abob (raja minyak) yang di datangkan dari rutan Bengkalis,Riau menjadi saksi atas kasus reklamasi Pulau Bokor,dengan terdakwa Afuan,komisaris PT Power Land yang saat ini sidangnya masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Batam.Selasa (18/10) sekitar pukul 14.00 wib.

Abob selaku Direktur PT Power Land,di depan majelis hakim,yang dipimpin oleh ketua PN Batam,Edward Harris SH, mengatakan bahwa telah memberikan uang sebanyak Rp.20 milyar kepada Awang Herman,selaku Direktur PT Setokok Mandiri,perusahaan kontraktor penimbunan reklamasi pulau bokor tersebut.

"Saya berikan uang itu kepada Awang Herman di rumah saya yang mulia " kata Abob saat menjawab pertanyaan ketua majelis hakim.

Diakui oleh Abob sendiri,bahwa uang sebanyak 2.1.00.000 Dolar Singapura itu,langsung diberikannya kepada Awang Herman yang juga merupakan Ketua Himpun Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) itu,saat datang berkunjung ke rumahnya.

Abob juga menjelaskan,seluruh uang yang diberikannya itu,untuk kepentingan pekerjaan penimbunan reklamasi,dan juga pengurusan pada para nelayan yang tinggal tak jauh dari lahan reklamasi itu.

Sebaliknya Awang Herman pada sidang sebelumnya,yang dijadikan saksi bersama Ahmad Mipon,mengatakan bahwa uang yang diberikan Abob hanya untuk biaya pematangan lahan reklamasi.

Bahkan Abob mengaku terkejut,ternyata pekerjaan penimbunan lahan untuk reklamasi itu,yang dikerjakan oleh PT Setokok Mandiri,tidak mengantongi ijin Amdalnya,karena Bapedalda Kota Batam telah menghentikan pengerjaan penimbunan lahan,yang juga diakuinya adalah milik Abob sendiri.

Ketua majelis hakim pun menjadi bingung sedikit kesal atas keterangan Abob,karena jika lahan itu miliknya mana mungkin tidak mengetahui pengerjaan penimbunan lahan itu tidak ada ijin nya.

"Pak Jaksa,bagaimana ini,koq pemilik lahan tidak tahu,jika lahan nya dikerjakan dan ditimbun tanpa ijin,bukan main negara kita ini " kata ketua majelis hakim.

Bahkan ketua majelis hakim menyesalkan tindakan Abob,yang telah menandatangani kontrak perjanjian pengerjaan penimbunan lahan reklamasi itu,dan telah memberikan uang tapi dalam pengerjaannya itu tidak memiliki ijin Amdalnya.

"Kenapa ga urus ijin dulu baru dikerjakan" sesal ketua majelis hakim.

(red/Ai).








Baca Juga Artikel Terkait Lainnya