» » Pengacara Terdakwa Suwandy Phionesgo Ajukan Penangguhan Tahanan Secara Rahasia

Pengacara Terdakwa Suwandy Phionesgo Ajukan Penangguhan Tahanan Secara Rahasia

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 21 Oktober 2016 | No comments

Direktur PT Surya Daita Persada,Suwandy Phionesgo saat mengikuti sidangnya di PN Batam


Batamreport.com - Batam :
Direktur PT Surya Daita Persada,Suwandy Phionesgo,yang di duga telah menipu dan menggelapkan uang milik salah seorang pengusaha Batam,sebesar 4 Milyar lebih disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam.Diduga uang yang di gelapkan tersebut terkait dengan pembangunan Gedung PT Bodynits Internasional Indonesia.Rabu (19/10) sekitar pukul 17.00 wib.

Sidang yang digelar di PN Batam tersebut,dipimpin majelis hakim Tiwik,dengan dua hakim anggota Endi dan Egi,dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum Andi.Dalam dakwaan yang di bacakan oleh JPU,bahwa terdakwa melaksanakan kejahatannya dengan meyakinkan korban untuk merogoh kocek,guna membiayai proyek yang di menangkan tendernya oleh terdakwa.Lalu untuk meyakinkan korbannya,terdakwa rela membuat sebuah rekening bank secara bersama.Dan melalui rekening tersebutlah korban mengucurkan dana untuk di pergunakan oleh terdakwa.

Kemudian dalam dakwaan juga di sebutkan bahwa dana yang di berikan oleh korban tersebut juga di gunakan oleh terdakwa untuk membayar gaji terdakwa,selaku direktur PT Surya Daita Persada dan memanipulasi laporan pemakaian uang yang di berikan kepada korbannya. Dan hingga akhir laporan penggunaan keuangan juga tidak dilaporkan lagi kepada si korban.

Terdakwa juga telah menerima pembayaran dari PT Bodynits Internasional Indonesia secara penuh yang kemudian di masukkan ke dalam rekening pribadi milik Terdakwa tanpa sepengetahuan korban sebagai pemodal.

Oleh JPU perbuatan terdakwa tersebut di jerat dengan ancaman pidana dalam pasal 372  KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, dan diancam pidana dalam pasal 378 jo pasal 64 ayat (1)  KUHP


Sementara itu Penasehat Hukum terdakwa Suwandy Phionesgo usai mendengarkan dakwaan yang di bacakan oleh Andi Akbar (JPU) dalam persidangan,menyodorkan sebuah berkas kepada Majelis Hakim.Kemudian berkas tersebut di ketahui adalah permohonan penangguhan penahanan terdakwa.

Berkas penangguhan penahanan tersebut,di ketahui setelah Majelis Hakim menanyakan kepada Penasehat Hukum Terdakwa.

"Itu berkas permohonan penangguhan penahanan Yang Mulia,"jawab Penasehat Hukum terdakwa kepada Majelis Hakim.

Kemudian terkait permohonan tersebut Majelis Hakim menyatakan akan mempertimbangkan dan akan memberikan keputusannya pada  Rabu (26/10) mendatang.

Juga patut di duga bahwa permohonan yang di ajukan oleh Penasehat Hukum seperti ingin di rahasiakan. Sebab JPU tidak di berikan salinannya, dan hanya menjadi konsumsi antara Penasehat Hukum terdakwa yakni Ahmad Zaini dengan Majelis Hakim saja.




(red/Ai).









Baca Juga Artikel Terkait Lainnya