» » BPM-PTSP dan Satpol PP Razia Sejumlah Massage di Kawasan Batu Ampar

BPM-PTSP dan Satpol PP Razia Sejumlah Massage di Kawasan Batu Ampar

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 30 November 2016 | No comments

Petugas Pemko dan Satpol PP sedang melakukan pemeriksaan di Massage Morena 31



Batam (BR) – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Batu Ampar bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPM-PTSP Kota Batam merazia sejumlah tempat prostitusi berkedok Massage di Kecamatan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Rabu(30/11/2016) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari pantauan di lokasi,puluhan personil tim gabungan Pemko Batam tersebut,melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di lokasi panti pijat tanpa plang nama yang belakangan di ketahui bernama “morena 31 “. Dari lokasi ini pun petugas sempat membawa belasan pekerja panti pijat dan di bawa ke kantor Camat Batu Ampar untuk dilakukan pendataan.

Para pekerja wanita Panti Pijat yang sedang menunggu untuk didata oleh petugas Pemko dan Satpol PP


Penyidik PPNS BPM-PTSP Batam Willy Otra Bisma ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya melakukan razia di 7 lokasi panti pijat yang berada di Kecamatan Batu Ampar. Dari 7 lokasi yang dirazia, pihaknya menyegel 2 lokasi panti pijat yang tidak memiliki izin.

“Dua lokasi yang disegel yakni Morena 31 yang berada di Komplek Windsor Square Blok B No. 28 dan Frisca Massage yang berada di Komplek Tanjung Pantun, Blok M No. 6, ” kata Willy. Rabu(30/11).

Dikatakan nya lagi, pihaknya akan segera memanggil pemilik ke-2 panti pijat tersebut untuk dimintai keterangan terkait izin yang dimiliki. 

“Besok Pemilik dari kedua lokasi tersebut akan kita panggil dan kita periksa terkait masalah perizinan,” terangnya.

lanjut Willy, razia tersebut merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat Batu Ampar yang selama ini mengaku resah dengan keberadaan dari panti pijat tersebut.

“Kita menindaklanjuti segala keluhan dari masyarakat Batu Ampar ke pihak Kecamatan,selanjutnya Kecamatan Batuampar meneruskan ke BPM-PTSP,maka kita langsung turun ke lapangan untuk memeriksa izinnya,” ungkapnya.

Kembali dijelaskan oleh Willy, bahwa dalam razia tersebut, tim gabungan menemukan kondom bekas di salah satu lokasi panti pijat yang telah memiliki izin.

“Kita tidak menyegel lokasi tersebut karena sudah memiliki izin,” pungkasnya.

(red/ai).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya