» » » » Dua Saksi Akui Sudah Lama Bekerja Jadi PSK di Memories Karaoke

Dua Saksi Akui Sudah Lama Bekerja Jadi PSK di Memories Karaoke

Ditulis Oleh: Redaksi | Senin, 10 April 2017 | 1 comment

Soei Lan  alias Alan (Owner Memories Karaoke) dan Devi Febriani (berprofesi Mami) sedang jalani sidang di PN Batam. (photo.Aidil).


Batam , BR - Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menyidangkan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan terdakwa Soei Lan  alias Alan (Owner Memories Karaoke) dan Devi Febriani (berprofesi Mami) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum, Kejari Batam . Senin (10/4) kemarin.

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim DR.Agus Rusianto.SH.MH ini digelar untuk mendengarkan keterangan dari dua saksi karyawan Memories Karaoke Erma alias Winda dan Irma Yuliani , serta saksi penangkap dari Polda Kepri, Joko Susanto.

Dihadapan Majelis hakim dan JPU, saksi Joko Susanto (Polisi) yang memberikan keterangannya, mengatakan bahwa sebelum dilakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa, ia sedang melakukan penyamaran (undercover) pada (17/10/16) sebagai tamu yang ingin memboking saalah satu pekerja seks komersial (PSK) yang ada di Memories Karaoke tersebut, dan saat berada disalah satu room yang ada di  karaoke tersebut, dimana Devi (Mami) menyuruh Joko untuk memilih 7 wanita psk yang lagi duduk disofa secara berderet.

" silahkan liat -liat dan pilih bang,kamar juga sudah disiapkan " kata Joko menirukan ucapan sang Mami.

Irma salah satu PSK yang bekerja melayani laki-laki hidung belang di Memories Karoarke tersebut, mengaku sudah lama bekerja disana,

“ Pendapatan ya sekitar Rp.15 Juta kurang lebih lah setiap bulannya, dan biasanya tergantung bokingan baru tahu hasil pendapatan dalam sebulan itu " kata Irma.

Irma juga menerangkan kepada majelis hakim, untuk tarif bokingan kurang dari satu hari dan sekali saja, dikenakan Rp.350 ribu, dan biasanya dilakukan dengan sukarela tanpa dipaksa oleh sang Mami (red.Devi).
Irma juga mengakui sudah 5 tahun bekerja ditempat tersebut.

Sama halnnya dengan yang dikatakan oleh Winda, bahwa bekerja sebagai PSK di Memories Karaoke tersebut, tampa paksaan dan lebih enaknya lagi habis bekerja langsung dibayar, tidak seperti tempat lainnya kadang bekerja tidak dibayar.

 " Kami bekerja tanpa paksaan," ujarnya singkat.

Setelah mendengarkan keteraangan dua saksi PSK dan saksi penangkap (Polisi) , dihadapan majelis hakim , kedua terdakwa mami dan pemilik karouke tidak membantah keterangan ketiga saksi tersebut. Dan majelis hakim menutup sidang dan akan melanjutkannya kembali, pada persidangan minggu depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi.

(red/ai).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

1 komentar: