» » » » Maisa Berhasil di Bebaskan Polisi Dalam Sekapan Bapak Angkatnya

Maisa Berhasil di Bebaskan Polisi Dalam Sekapan Bapak Angkatnya

Ditulis Oleh: Redaksi | Kamis, 06 April 2017 | No comments

 
kapolresta Barelang, Akbp Hengki saat memberikan keterangan terkait penyekapan Maisa yang disekap Atuk.  (photo Aidil).



Batam , BR - Maisa (8) bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) ,  yang disekap oleh Kamarulzaman Bin Abdul Rahman alias Atok warga Singapura, bapak angkatnya sendiri berhasil dibebaskan pihak kepolisian,gabungan Polda Kepri, Polresta Barelang dan Brimob Polda Kepri. Kamis (6/9) sekitar pukul 19.00 Wib.

Suasana sekitar lokasi rumah yang dijadikan tempat penyekapan Maisa, sempat tegang dan mencekam dimana pihak kepolisian gabungan tersebut, yang dipimpin oleh Kapolresta Barelang, Akbp Hengki melakukan negosiasi yang alot dengan Kamarulzaman Bin Abdul Rahman alias Atok sang ayah angkat anak tersebut.

Maisa yang dijadikan sandera oleh Atuk dengan ancaman akan membunuh anaknya tersebut, apabila ada yang mau mencoba menangkapnya.Diduga penyekapan terhadap Maisa dipicu karena sakit hati akan diceraikan oleh Neng  istrinya  sendiri, dimana keluarga tersebut terhimpit sulitnya ekonomi dikeluarga tersebut.

Kapolresta Barelang, Akbp Hengki yang sedang  melakukan negosiasi , sempat terkendala dikarenakan Atok tidak mau membukakan pintu rumahnya, dan hanya bicara dibatasi jendela kaca rumah bertingkat2 semi permanen yang ditempati bersama Neng dan Maisa.
Suasana rumah semi permanen beralnatai 2, tempat penyekapan bocah Maisa yang disekap Atuk sang bapak angkatnya. (photo.Aidil).



Negosiasi yang berlangsung alot antara Kapolresta Barelang dan Atok masih berlanjut, akhirnya membuat polisi melakukan upaya paksa, dengan membuka pintu masuk dengan cara mendobraknya dan langsung menyergap Atok yang sedang memegang Maisa yang menangis dalam dekapannya tersebut. Atok terkejut saat petugas tiba-tiba merangsek masuk,untuk menyalamatkan putrinya dari sekapan, sedangkan ia dialihkan perhatiannya dengan masih berbicara dengan Kapolresta Barelang, Akbp Hengki dari luar rumah.

Atok yang berdiri dibalik pintu sangat terkejut,karena pintunya didobrak oleh petugas dan sempat terpental jatuh ke lantai, yang masih memegang anaknya tersebut. petugas pun langsung meringkus Atok dan melepaskan Maisa dari sekapannya.

"  Saat kita dobrak, dan masuk kedalam rumah, Atuk sedang memeluk anaknya, tampak marah dan ketakutan,” kata AKBP Hengki.

Sadar akan petugas yang masuk dan akan menangkapnya,Atuk pun berusaha melawan petugas dengan menggunakan senjata tajam, yang masih digenggam nya berupa parang, namun Polisi dengan sigap melumpuhkannya. Perlawanan dan bunyi dobrakan pintu ketika Polisi masuk ke dalam rumah menjadi pusat perhatian warga yang masih berkerumun di lokasi kejadian.

Sehingga tanpa membuang waktu aparat Kepolisian langsung mengamankan Atuk, dan membawa anaknya ke Mapolresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan.

“ Setelah dilakukan penyelidikan dan interogasi, akan ditanyakan kepada imigrasi tentang paspor yg dimiliki Atuk,”  pungkas Kapolresta Barelang Akbp Hengki.


(red / ai).
 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya