» » » » " Ya Allah Anak ku di Apaian..!, Tolong Selamatkan Anakku..” Jerit Neng .

" Ya Allah Anak ku di Apaian..!, Tolong Selamatkan Anakku..” Jerit Neng .

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 07 April 2017 | No comments

 
Neng, Ibunda Maisa (8) yang disekap Atuk bapak angkatnya sendiri. (photo.Aidil).


Batam , BR - Teriakan histeris Neng, sang ibunda Maisa (8) pecah, saat Polisi gabungan Polresta Barelang, Polda Kepri dan Brimob Polda Kepri merangsek masuk untuk membebaskan putrinya dari sekapan Kamarulzaman Bin Abdul Rahman alias Atok warga Singapura, suaminya sendiri.Kamis (6/4) sekitar pukul 19.00 Wib.

Warga dan tetangga Neng, spontan memeluk dan memegang tubuh nya, yang menjerit dan menangis histeris saat mendengar suara anaknya dan kegaduhan didalam rumahnya tersebut, saat polisi berhasil meringkus dan membebaskan Maisa dari sekapan bapak angkatnya itu.

" Ya Allah anak ku di apaian..!, Tolong selamatkan anakku..” jerit Neng Histeris.

Warga yang melihat kondisi Neng berusaha memapah dan menenangkan Neng sambil memberikan air minum. Sebelumnya Kapolresta Barelang, Akbp Hengki yang sedang  melakukan negosiasi , sempat terkendala dikarenakan Atok tidak mau membukakan pintu rumahnya, dan hanya bicara dibatasi jendela kaca rumah bertingkat2 semi permanen yang ditempati bersama Neng dan Maisa.

Neng, saat ditenangkan warga dan tetangga nya . (photo.Aidil).


Negosiasi yang berlangsung alot antara Kapolresta Barelang dan Atok masih berlanjut, akhirnya membuat polisi melakukan upaya paksa, dengan membuka pintu masuk dengan cara mendobraknya dan langsung menyergap Atok yang sedang memegang Maisa yang menangis dalam dekapannya tersebut. Atok terkejut saat petugas tiba-tiba merangsek masuk,untuk menyalamatkan putrinya dari sekapan, sedangkan ia dialihkan perhatiannya dengan masih berbicara dengan Kapolresta Barelang, Akbp Hengki dari luar rumah.

Atok yang berdiri dibalik pintu sangat terkejut,karena pintunya didobrak oleh petugas dan sempat terpental jatuh ke lantai, yang masih memegang anaknya tersebut. petugas pun langsung meringkus Atok dan melepaskan Maisa dari sekapannya.

"  Saat kita dobrak, dan masuk kedalam rumah, Atuk sedang memeluk anaknya, tampak marah dan ketakutan,” kata AKBP Hengki.




(red/ai).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya