» » » » KPPU Akan Tindak Tegas Pelaku Usaha Nakal Yang Menaikan Harga Komoditas

KPPU Akan Tindak Tegas Pelaku Usaha Nakal Yang Menaikan Harga Komoditas

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 03 Mei 2017 | No comments

Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU)  Batam Lukman Sungkar,


Batam , BR - Tindak tegas para pelaku usaha jika kedapatan dengan sengaja memainkan harga komoditas saat bulan Ramadhan.

Hal ini dikatakan ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU)  Batam Lukman Sungkar, dimana pihaknya akan menindak tegas para pelaku usaha yang memainkan harga komoditas di bulan Ramadhan mendatang.

" Kita pantau dan awasi jika harga komoditas di pasar naik lebih tinggi, dari harga yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, dan tentunya nanti akan ada upaya hukum yamg akan kita lakukan ' Kata Lukman Sungkar. Rabu (3/5)

Menurut Lukman, Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk tiga komoditas, yakni Minyak Goreng, Gula Pasir, serta Daging Beku (Frozen Meal). Harapan nya harga-harga yang sudah ditetapkan oleh Kemendagri itu, sesuai dengan yang beredar di pasar, khususnya untuk tiga jenis komoditas tersebut.

Ia juga menjelaskan, untuk ketiga komoditas itu, sudah langsung ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, dan berlaku secara Nasional (Indonesia). Adapun harga yang ditetapkan untuk ketiga komoditas tersebu adalah Gula pasir maksimum Rp 12.500/Kg, Daging beku Rp 80.000/Kg, dan Minyak goreng Rp. 11.000/Kg.

“Sesuai dengan instruksi Menteri Perdagangan, kebetulan kemarin pagi ada Live Video Konpress seluruh Indonesia, tentunya pelaku pasar maupun ritel tertentu harus mengikuti itu, contohnya untuk minyak goreng, bisa menaikkan harga sedikit, tapi harus menyediakan kemasan khusus untuk harga yang sudah dutentukan tadi,” ujarnya.

Lukman juga menambahkan, meskipun tiga komoditas yang jadi konsen Pemerintah Pusat itu , tapi ada sekitar 11 jenis komoditas yang jadi konsen KPPU sendiri. Ke 11 jenis komoditas tersebut yakni, Beras, Kedelai, Gula, Sapi, Daging sapi, Daging Ayam, Telur, Cabe, Bawang merah, Minyak Goreng, Tepung Terigu dan Jagung.

“ Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, komoditas itu yang menjadi konsen kita, kalau ada temuan kenaikan harga yang tidak masuk akal di lapangan, ya itu tadi, akan kita tindak tegas,”pungkas Lukman Sungkar.


(red/ai).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya