» » » bright PLN Batam Berbagi Berkah di Acara Tabligh Akbar dan Bazar Ramadhan

bright PLN Batam Berbagi Berkah di Acara Tabligh Akbar dan Bazar Ramadhan

Ditulis Oleh: Redaksi | Senin, 12 Juni 2017 | No comments






Batam , BR - bright PLN Batam bekerjasama dengan Kepri Media Grup dan Fanindo  bersama-sama menggelar acara Tabligh Akbar dan santunan terhadap anak panti asuhan dan kaum dhuafa, Minggu (11/6).

Bertempat di Pasar Botania 2, Tabligh Akbar dengan tema “Jadikan Ramadhan Sebagai Bulan Perbaikan Akhlak, Iman, Taqwa dan Mempererat Persaudaraan Serta Membentuk Jati Diri Remaja Agar Menjadi Generasi Harapan Umat”.  Kegiatan ini turut mengundang Ustadz KH. M. Syauqi Zainudin MZ. sebagai  penceramah.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’anul Karim, yang kemudian disusul dengan sambutan dari beberapa perwakilan panitia dan sponsor.  Mewakili bright PLN Batam, Sekretaris Perusahaan Samsul Bahri, ingin menjadikan bulan suci ini sebagai moment untuk instropeksi diri serta membuka pintu silahturahmi kepada masyarakat Pulau Batam.

“ Selain memberi bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, Tabligh Akbar ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara bright PLN Batam dengan masyarakat maupun tokoh masyarakat dan media, mungkin ada silahturahmi kita yang terputus dan tidak berkenan,” ujar Samsul.

Sebelum menutup sambutannya, Samsul menyampaikan bahwa bright PLN Batam hadir untuk masyarakat dan akan melakukan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat kota Batam khususnya.

Acara inti yaitu ceramah Tabligh Akbar disampaikan oleh KH. M. Syauqi Zainudin MZ. Dalam kesempatan itu, salah satu putra dari Almarhum Dai Sejuta Umat, Almarhum KH Zainuddin MZ mengajak masyarakat Indonesia untuk menghapuskan tiga penyakit yang menurunkan harkat dan derajat manusia, yaitu "kudis" (kurang disiplin), "kurap" (kurang rapi), dan "kutil" (kurang teliti).

Menurut Syauqi, tiga penyakit yang disebabkan oleh "kuman"  (kurang iman) sebagian besar masyarakat, khususnya Umat Islam, tercermin dari segi "kudis" yaitu kurang disiplin melaksanakan ketentuan hukum dan UU yang berlaku, seperti tertib menjalankan lima rukun Islam. Sedangkan, penyakit "kurap" terlihat kurang rapinya sebagian besar masyarakat dalam merawat tempat ibadah (masjid), sekolahan, rumah sakit dan bangunan lain peninggalan generasi pendahulu.

Selain diisi dengan ceramah, ada juga persembahan puisi yang dibacakan oleh Ramon Damora, selaku Ketua PWI Kepri. Khusus untuk puisi memberi kesan dan nuansa haru bercampur bahagia


(Sumber Humas bright PLN Batam)






Baca Juga Artikel Terkait Lainnya