» » » » Jaksa Hadirkan 6 Saksi Kasus Sabu 26,6 Kg dalam Lukisan Bunda Maria

Jaksa Hadirkan 6 Saksi Kasus Sabu 26,6 Kg dalam Lukisan Bunda Maria

Ditulis Oleh: Redaksi | Selasa, 20 Juni 2017 | No comments

                           Hung Chen Ning alias Tony Lee (Taiwan) dan Raden Novy




Batam , BR - Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar sidang dua terdakwa Hung Chen Ning alias Tony Lee (Taiwan) dan Raden Novy dalam kasus narkotika jenis sabu seberat 26,6 Kg yang disimpan dalam lukisan bunda Maria. Senin (19/6).

Agenda sidang yang digelar oleh PN Batam tersebut, dengan mendengarkan keterangan enam orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Pangaribuan. Ke enam saksi tersebut dari pihak Ekspedisi (Sumber Roma Rozaki) dan pihak Bea Cukai (BC) Batam yang bertugas di Bandara Hang Nadim.

Salah satu saksi dari BC Batam, dalam memberi keterangannya dihadapan majelis Hakim, mengungkapkan kronologis kejadian penangkapan terhadap kedua terdakwa, bermula dari saat petugas BC sedang melakukan pemeriksaan x-ray terhadap lukisan Bunda Maria dan terdapat benda mencurigakan di dalam lukisan tersebut, sangat berbeda dengan lukisan yang lainnya.

"  Kejadiannya pada tanggal 30 November 2016, yang mulia hakim " kata salah satu saksi dari BC.

Lanjutnya, atas temuan mencurigakan itu, kami selanjutnya menghubungi pihak Ekspedisi sebagai pemilik kuasa pengiriman untuk mempertanyakan apa isi dalam lukisan tersebut, dan  memanggil pihak ekpedisi yang mengantarkan barang tersebut, setelah pihak ekspedisi datang kita lakukan pemeriksaan dengan mencongkel lukisan tersebut, ternyata ada serbuk putih dan kita lakukan narkotes dan benar isinya narkoba jenis sabu.

Setelah mengetahui bahwa isi dalam lukisan itu adalah sabu, petugas bea cukai bandara Hang Nadim segera menghubungi pihak kantor untuk menentukan langkah selanjutnya.

" Kami menghubungi kantor di Batu Ampar dan pihak kantor segera berkoordinasi dengan pihak Polresta Barelang,” ujarnya.

Sementara itu, bagian keuangan ekspedisi (Sumber Roma Razaki) Yusuf, dalam keterangannya di dalam sidang, mengatakan pihaknya tidak melakukan pembongkaran saat pemeriksaan sebelum mengirimkan lukisan tersebut.

" Lukisan itu dikirim oleh PT. Wiseng China yang diantar melalui Singapura lewat pelabuhan Sekupang, lukisan seperti itu sudah dua kali sebelum November sudah ada juga, tapi saya sudah lupa tanggalnya,” ujarnya.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, Ketua Majelis Hakim Endi Nurindra Putra didampingi Hakim anggota Renni Ambarita dan Taufik menunda persidangan hingga tanggal 4 juli 2017 mendatang.

" Sidang kita tunda hari Selasa tanggal 4 Juli untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya,” ujar Ketua Majelis Hakim.

(red/ai).
 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya