» » » » » Mantap...!!! , Hakim Vonis 2 WN Malaysia Pengedar Sabu 4 Kilo Seumur Hidup

Mantap...!!! , Hakim Vonis 2 WN Malaysia Pengedar Sabu 4 Kilo Seumur Hidup

Ditulis Oleh: Redaksi | Senin, 12 Juni 2017 | No comments

Alexander Francis dan Krisnan WNA Malaysia yang divonis penjara seumur hidup oleh PN Batam




Batam , BR -  Dua warga negara Malaysia Alexander Francis dan Krisnan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup terkait kasus narkoba jenis sabu seberat 4,4 Kilogram yang membelitnya, dan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam. Senin (11/6).

Majelis Hakim yang diketuai Zulkifli SH, MH sat membacakan putusannya, menyatakan kedua terdakwa WNA asal Malaysia tersebut, telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana mengimpor narkotika golongan I, untuk itu majelis hakim memutuskan menjatuhkan vonis penjara seumur hidup.

Setelah mendengarkan hasil putusan majelis hakim tersebut,kedua terdakwa Alexander Francis dan Khrisnan  menyatakan banding. Sebelumnya pada sidang sebelumnya, kedua terdakwa hanya dituntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum, Andi Akbar SH, Jaksa dari Kejari Batam.

Alexander Francis dan Khrisnan didakwa dengan Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Setelah membacakan putusannya, majelis hakim memerintahkan kedua terdakwa untuk kembali ke dalam tahanan, untuk kemudian kem,bali dibawa ke Lapas Barelang untuk menjalani hukumannya tersebut.

Sedangkan Penasehat Hukum (PH) kedua terdakwa WNA Malaysia itu, Bernard Uli Nababan SH, menyatakan mengambil upaya hukum lainnya, berupa banding.

" Atas hasil putusan Hakim itu, saya nyatakan banding " kata Bernard singkat.

Sebelum menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Batam tersebut, keduanya Alexander Francis dan Khrisnan yang merupakan Warga Johor, Malaysia itu, ditangkap oleh Jajaran BBP Kepri saat sedang berada di Batam, tepatnya di Hotel Swiss Inn, Baloi.

Keduanya kedapatan membawa narkotika jenis sabu seberat 4,4 Kilogram yang dibawanya dari Malaysia untuk dipasarkan di Batam. Dari hasil pemeriksaan keduanya merupakan anggota jaringan sindikat Narkoba Internasional.


(red/ai).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya