» » » » Midi Bantah Keterangan Saksi di Persidangan

Midi Bantah Keterangan Saksi di Persidangan

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 07 Juli 2017 | No comments



Batam , BR - Pengadilan Negeri ( PN ) Batam gelar perkara Tarmizi bin M Daud alias Midi, terdakwa dalam kasus dugaan penyekapan di Kampung Aceh dengan korban (saksi) HendrIawan, yang ikut juga menjadi terdakwa. kamis (6/7).
Dalam keterangan terdakwa Midi kepada Majeliis Hakim yang diketua oleh Syahrial Harahap dan dua anggota Hakim, Yona Lamerosa Ketaren dan M.Chandra membantah keterangan saksi (korban) Hendriawan di persidangan.
Di depan majelis hakim, Hendriawan mengaku awalnya hanya disuruh temannya bernama Awi untuk mengirimkan uang sekitar 50 juta rupiah melalui ATM BCA, ke rekening atas nama Safrizal, setelah uang tersebut dikirimkan ke rekenig tersebut, Hendriawan pun kembali ke rumahnya.
Tiba dirumah, Hendriawan kembali dihubungi oleh Awi dan mengatakan bahwa dia dan Awi memiliki hutang sebanyak 50 juta rupiah kepada terdakwa Midi, dan meminta supaya dibayar berdua, per orangnya 25 juta rupiah.
Atas perkataan Awi tersebut, saksi (korban) pun mengaku bingung, kenapa tiba-tiba memiliki utang kepada orang yang tidak ia kenal sebelumnya.
Namun karena sudah didesak oleh Awi, Hendriawan pun mengiakannya, dengan langsung membawa uang sebanyak Rp 5 juta rupiah, lalu berangkat ke Kampung Aceh Bersama Awi.
“  Saya tidak tahu apa bisnisnya, yang mulia, kami berangkat ke Kampung Aceh dan singgah ke salah satu warung, serta menyerahkan uang yang Rp 5 juta itu, lalu terdakwa memaksa saya supaya melunasi sisa yang 20 juta lagi, " katanya.
Dilanjutkan saksi (korban) saat bertemu dengan terdakwa Midi, ia tidak dijelaskan tentang pembayaran untuk apa sebenarnya uang yang harus dibayarkan tersebut. 
Setelah bertemu Midi untk pertama kalinya itu, Ia kemudian kembali bertemu terdakwa di salah satu tempat setelah sebelumnya dijemput oleh dua orang anggota Midi (terdakwa).
“ Saya dipukuli dan dipijak-pijak dan mengatakan sisa yang Rp 20 jutanya, harus di lunasi malam itu juga, padahal yang berhutang itu Awi yang Mulia. Akhirnya saya hubungi saudara ipar saya, untuk mengantarkan uang yang Rp 20 juta itu sekitar pukul 04.00 WIB , ” terang Hendriawan.
Atas keterangan saksi Hendriawan itu, terdakwa Midi mengatakan bahwa sebenarnya yang memiliki hutang itu saksi Hendriawan. Midi juga membantah ikut terlibat melakukan pemukulan terhadap saksi.
“ Yang berhutang itu saksi yang Mulia, dia yang mengambil uang di warung, dan bukan Awi yang berhutang, karena saksi berhutang dengan menjaminkan mobil dari Awi, bahkan saya tidak kenal dengan saksi , ” kata Midi.
Setelah mendengarkan keterangan saksi korban, Ketua Majelis Hakim Syahrial Harahap dengan dua anggota hakimnya, menunda persidangan hingga Selasa minggu depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya.
Sedangkan Jaks Penuntut Umum dari Kejari Batam, Yogi Nugraha SH menjerat terdakwa Midi dengan berlapis yakni pasal 333 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP, Pasal 333 (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dan Pasal (4) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP tentang kejahatan terhadap kemerdekaan orang.

(red/ai).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya