» » » » Midi : Saya Tidak Tahu Persis Terjadinya Pemukulan Terhadap Hendriawan

Midi : Saya Tidak Tahu Persis Terjadinya Pemukulan Terhadap Hendriawan

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 19 Juli 2017 | No comments





Batam , BR -  Ada kejanggalan dalam persidangan, saat Tarmizi bin M Daud alias Midi, terdakwa kasus dugaan penyekapan di kampung Aceh, yang mau meminjamkan uang sebesar Rp.50 Juta kepada saksi Hendriawan (terdakwa) karena diduga uang yang dipinjamkan itu untuk transaksi narkoba.
Hal ini terlihat dari fakta persidangan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Batam, dimana Tarmizi alias Midi mengatakan kepada Majelis Hakim, yang diketuai Syahrial Harahap SH, dan dua hakim anggota lainnya, bahwa saksi Hendriawan tidak tepat waktu dalam pengembalian uang yang dipinjamnya kepada terdakwa. Selasa (18/9).
" Dia datang bersama Awi dan Said, menemui saya, untuk meminjam uang sebanyak Rp.50 Juta namun saya tidak kenal ama saksi, dan hanya kenal sama Awi saja yang mulia " kata Midi.
Namun begitu, Midi pun tetap meminjamkan uang tersebut, karena sebelumnya telah mengenal Awi, makanya ia mau meminjamkan uang kepada saksi Hendriawan.
" Hendriawan janji akan mengembalikannya dalam tempo waktu satu atau dua jam, plus tambahan uang Rp.5 Juta " terang Midi lagi.
Lanjut Midi, karena sampai batas waktu yang telah disepakati habis, Hendriawan tak kunjung menyerahkan uang tersebut, bahkan ponselnya pun tidak aktif saat dihubungi Midi.
“ Besoknya saya bersama teman bernama Jarot pergi ke rumahnya di Marina itu, untuk memperjelas perjanjian yang telah kami sepakati, namun dia tidak ada menunjukkan itikad baik, bahkan dia bersembunyi di dalam kamarnya " tuturnya.
Tambah Midi, saat pintu rumahnya digedor, hanya istrinya yang membukakan pintu, sedangkan Hendriawan bersembunyi di dalam kamar, karena kesal Jarot pun masuk ke dalam kamar dan memukuli Hendriawan, melihat hal itu istri Hendriawan pun menjamin akan membayarkan pada besok harinya, maka Midi dan Jarot pun kembali ke kampung Aceh.
Esok harinya Hendriawan datang lagi dengan Jarot ke kampung Aceh, dan hanya membawa uang Rp 5 juta saja, dengan spontan Midi pun tidak terima.
“ Itu yang buat saya emosi yang mulia, dia sudah janji akan bayar semua ternyata dia hanya bawa 5 juta rupiah saja, kalau dia bayar semua saya tidak akan ribut, ” tutupnya.
Terkait pemukulan yang dialami Hendriawan, Midi mengaku sama sekali tidak terlibat dan tidak tahu persis, bagaimana Hendriawan diperlakukan oleh anggotanya.
“Jujur yang Mulia, saya memang melihat mata Hendriawan bengkak-bengkak, tapi saya tidak terlibat disitu, bahkan saya ditangkap polisi pada saat di Nagoya, ” ujarnya.
Midi juga mengaku telah melunasi uang perdamaian sebesar Rp 100 juta, kepada korban Hendriawan melalui keluarganya.
Ketua Majelis Hakim Syahrial Harahap didampingi Hakim anggota Muhammad Chandra dan Yona Lamerosa Ketaren menunda persidangan hingga tanggal 25 Juli dengan agenda tuntutan dari JPU Yogi Nugraha.

(red/ai).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya