» » » » Pelaku Pengrusakan Lahan Perum Taman Harapan Indah Bengkong, Akhirnya Menyerahkan Diri ke Kejari Batam

Pelaku Pengrusakan Lahan Perum Taman Harapan Indah Bengkong, Akhirnya Menyerahkan Diri ke Kejari Batam

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 10 November 2017 | No comments




Batam, BR -  Suwandi alias Aheng, terdakwa dalam kasus pengrusakan lahan di Perumahan Taman Harapan Indah,  Bengkong yang dilakukannya bersama Rudi Lu, akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Batam, Kamis (9/11) sore. 

Dalam kasus pengrusakan lahan tersebut, Suwandi alias Aheng harus menjalani hikuman penjaranya selama 1 Tahun, karena sudah dinyatakan incrach.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Filpan F. d Laia bahwa Aheng telah datang ke Kejari Batam untuk menyerahkan dirinya.

" Kami telah mengeksekusi terdakwa Aheng, dimana ia cukup kooperatif, dan inisiatifnya sendiri datang ke Kejari ini, " kata Filpan, saat dikomfirmasi via sambungan telp nya.

Dia juga menjelaskan, dari Kejari Batam sendiri sudah melakukan dua pemanggilan terhadap terdakwa, untuk mematuhi dan menjalani proses hukumnya itu. Tetapi Aheng sempat mangkir dalam pemanggilan tersebut, sehingga pihak Kejari langsung mendatangi rumahnya.

" Dia sempat mangkir saat kami panggil dalam surat panggilan yang dilayangkan dua kali itu, dengan alasan kesibukannya dalam bekerja, tetapi saat ini dia sudah datang kesini (red.Kejari Batam), untuk menyerahkan dirinya,   " ujar Filpan.

Untuk itu Filpan maupun pihak Kejari Batam mengucapkan terima kasih kepada terdakwa Aheng ini, dimana dalam hal ini patut ditiru atau dicontoh oleh para  terpidana lainnya, yang hingga saat ini masih berkeliaran di luaran sana.

Ditambahkannya, untuk terdakwa Rudi Lu sendiri, hingga saat ini belum menunjukkan itikad baiknya untuk menyerahkan diri, walaupun surat pemanggilan terhadap dirinya sudah dilayankan sebanyak dua kali juga.

" Kita akan kembali layangkan surat pemanggilan yang ke tiga, jika ini diindahkan kembali oleh yang bersangkutan, maka kami akan langsung mencari dan meminta bantuan kepolisian bersama sama mencarinya, dan kita masukkan ke Daftar Pencarian Orang " terangnya.

Menurut Filpan, pihaknya juga telah mendatangi rumah Rudi Lu. Hanya saja, tim tidak menemukan Rudi Lu di sana.

" Hanya ada ibunya. Dan sempat kami tanyakan keberadaannya, dia ada di Batam," pungkas Filpan.

Rudi Lu dan Aheng merupakan terdakwa kasus pengrusakan lahan di Perumahan Taman Harapan Indah, Bengkong pada Oktober 2016 lalu, dimana kerusakan lahan itu, mengalami kerugian hingga Rp. 2 Miliar berdasarkan dari laporan dari Ruki Tan Bakho ke pihak kepolisian

(Red/Aidil). 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya