» » » » BNNP Kepri Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ribuan Gram Sabu dan Ribuan Ekstasi di Batam

BNNP Kepri Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ribuan Gram Sabu dan Ribuan Ekstasi di Batam

Ditulis Oleh: Redaksi | Selasa, 06 Februari 2018 | No comments







Batam, BR - Badan Narkotika Nasional (BNN)  Provinsi Kepri berhasil gagalkan penyelundupan narkoba jenis Sabu sebanyak 3.761,83 dan pil ektasi sebanyak 40 ribu butir di 4 wilayah yang berbeda di Batam.

Hal ini dikatakan oleh Kepala BNNP Kepri, Richard Nainggolan dalam keterangan pers nya kepada awak media, saat gelar ekpos tersangka dan barang buktinya di Kantor BNNP Kepri,  Nongsa Batam.

Richard mengungkapkan, dalam laporan kasus narkotika (LKN) yang pertama, pihaknya telah menerima tersangka AT (laki-laki, 24) yang kedapatan membawa narkotika jenis Sabu (golongan I) dengan berat kotornya 1.282 gram, yang berhasil diamankan oleh petugas Bea Cukai Bandara Hang Nadim Batam pada Selasa (30/1) lalu.

" Dari hasil interogasi kepada tersangka, diketahui Sabu tersebut dibawanya dari Malaysia atas suruhan A (DPO) untuk dibawa ke Surabaya, dengan upah sebesar Rp. 30 juta. Jika berhasil lewat Batam hingga tiba di Surabaya, akan ada orang yang menghubungi tersangka untuk mengambi Sabu tersebut yang telah dimasukkan ke dalam rongga Rice Cooker (penanak nasi) dan ini adalah modus baru untuk mengelabui petugas di Bandara, " kata Richard. Selasa (5/2) sore.

Atas perbuatan tersangka AT ini, dikenakan pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 UU RI no 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.


Untuk LKN yang kedua lanjut Richard, BNNP Kepri juga telah mengamankan 4 orang (laki- laki, WN Malaysia) dengan inisial L (30), B (38), N (24), dan T (31) yang kedapatan membawa narkotika golongan I jenis ekstasi sebanyak 40 ribu butir,  di seputaran Jl.Raja Ali Haji Kawasan Jodoh, Batu Ampar Batam pada Minggu (4/2) sekira pukul 08.00 Wib. Adapun dua orang lagi tersangka berhasil lolos dari sergapan petugas BNNP Kepri, inisial AH WN Malaysia dan SS WNI dan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

" Dari hasil interogasi, diketahui ekstasi tersebut berasal dari Malaysia yang akan dibawa ke Jakarta, melalui Batam. ke 4 tersangka masuk melalui pelabuhan resmi, sedangkan ekstasi masuk melalui pelabuhan tikus yang dibawa oleh seorang kurir suruhan ke 4 tersangka. Dan ke 4 tersangka lalu dibawa ke BNNP Kepri untuk dilakukan pengembangan lanjutan untuk dilakukan proses hukumnya, " kata Richard lagi.

Ke 4 tersangka, L, B, N, dan T dikenakan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 jo pasal  132 ayat 1 UU RI no 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati  atau seumur hidup.

Dan LKN ke tiga, di hari yang sama (Minggu,  4/2) sekitar pukul 17.30 Wib, BNNP Kepri juga mengamankan F (laki-laki) WNI di perumahan Merlion Square blok V no 10, Tanjung Uncang,  Batuaji, yang kedapatan memiliki Sabu seberat 1.011 gram.

" Dari hasil interogasi kepada tersangka, ia mendapatkan Sabu tersebut dari H (DPO) WNI yang berada di Malaysia. Sabu tersebut dibawa H dari Malaysia ke Batam lalu diletakkan di pantai Tanjung Bemban, Nongsa, dan kemudian menghubungi tersangka F untuk dibawa ke Batuaji tersebut, " ungkap Richard.

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke BNNP Kepri untuk dilalukan pengembangan dan proses hukumnya. Tersangka sendiri dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2  UU RI Tahun  2009 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Terakhir LKN ketiga, selang satu harinya,  yakni pada (5/2) sekira pukul 07.30 Wib, tepatnya di depan Toko Bangunan Inti Jaya, Pasar Sei Harapan blok B no 9 Sekupang, Batam. BNNP Kepri juga telah mengamankan 2 orang laki- laki SU (51) dan M (39) yang kedapatan memiliki Sabu seberat 1.468,83 gram.

Sabu tersebut mereka dapatkan dari tersangka SA (DPO) yang berada di Malaysia.Tersangka SU disuruh oleh SA untuk berangkat ke rumahnya M di Malaysia. Di rumahnya M sudah ada SA yang menunggu untuk menyerahkan Sabu kepada SU untuk dibawa ke Batam bersama M.

Kemudian SU dan M berangakat bersama - sama ke Batam, dengan melalui jalur pelabuhan tikus yang ada di Tanjung Riau. Saat kedua tersangka sudah beras di Batam tersebut,  keduanya langsung ditangkap petugas dan langsung dibawa ke kantor untuk dilakukan pengembangan dan proses hukum.

Atas perbuatan 2 tersangka tersebut, dikenakan pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 2 UU RI Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur.


(Red/Aidil).





Baca Juga Artikel Terkait Lainnya