» » » » Kejari Batam Bantah Perlakukan Conti dan Tjipta Secara Tidak Adil

Kejari Batam Bantah Perlakukan Conti dan Tjipta Secara Tidak Adil

Ditulis Oleh: Redaksi | Kamis, 15 Februari 2018 | No comments









Batam, BR - Kejaksaan Negeri (Kejari)  Batam, membantah perlakukan Conti Chandra dan Tjipta Fudjiarta secara tidak adil.

Hal ini di katakan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Batam, Filpan Fajar Dermawan Laia, SH bahwa pihaknya, membantah perlakuan tidak adil terhadap Conti Chandra dan Tjipta Pujiarta, karena sudah melaksanakan tugas sesuai dengan SOP nya.

" Kami tidak ada berpihak kepada siapapun.Tetap berlaku adil untuk keduanya, dan kami sudah melaksanakan tugas kami sesuai dengan SOP " kata Filpan Rabu (14/2).

Ia mengungkakan,  bahwa prosedur panggilan Kejaksaan yang sudah dilakukan kepada Conti Chandra sebanyak 3 kali, dan juga sudah menghubungi melalui pengacaranya, dan mereka berjanji 3 kali juga, namun tak serta merta memenuhi panggilan Kejaksaan. Bahkan pengacara Conti Chandra mengatakan akan memberikan pengertian kepada klien nya itu.

" Namun sangat disayangkan, pihak Conti tidak juga memenuhi panggilan kami, " ujar nya.

Lanjut Filpan, tim Kejaksaan Negeri Batam mulai bergerak mendapati Conti dan membawanya ke Batam. kejaksaan tak ada tujuan untuk mempermalukan Conti, karena itu sudah menjadi tugas dan kewenangan Kejari Batam.

Diakui oleh Filpan, tak ada pembedaan satu dengan yang lainnya. Tjipta diserahkan ke Kejari bukan dalam bentuk penangkapan. Melainkan penyerahan berkas dan bukti-bukti. Dan Tjipta Pujiarta belum menjadi tanggung jawab Kejari pada saat itu.

"Berbeda dengan Conti, setelah ditahan lalu diberlakukan borgol, karena sudah terpidana dan kewenangan kami. Namun Tjipta sendiri belum sesuai kewenangan kami, tapi masih di penyidik," terang Filpan.

Ia juga menambahkan, Conti sudah dimasukkan kedalam sel karena sudah dalam status inkracht. Sedangkan perkara Tjipta akan diteliti secara maksimal dan objektif. Penanganan ini semaksimal mungkin akan diselesaikan dan secepat mungkin akan diserahkan ke pengadilan.

"Jadikan hukum sebagai panglima. Dan penanganan ini semaksimal mungkin kita selesaikan. Secepat mungkin akan diserahkan ke pengadilan. Biarlah kami bekerja secara objektif dan semaksimal mungkin. Kita akan bersifat arif dan bijaksana. Penilaian hukum tak bisa dinilai hanya satu pihak saja," tutur nya.

Kembali diakui oleh Filpan, dalam menyelesaikan sebuah perkara, harus melihat dari sisi pembuktian dipersidangan dan harus lengkap secara materil dan formil. Menurutnya biarlah fakta persidangan yang menjadi pertimbangan hukum.

"Kami perlu keyakinan. Dengan dalil yang didapatkan kemarin ikut dalam persidangan ini. Setiap perkara sifatnya lebih serius dalam menyelesaikannya. Untuk hal ini kita akan teliti, diskusi internal di Kejari. Secepat mungkin kami akan menggesa pelimpahan itu," kata dia lagi.

Sementara itu, untuk Tjipta Pujiarta sendiri sudah dijerat pasal 378 dan 372. Biarlah hukum yang menjawabnya. Terkait dengan gedung BCC hotel sendiri sesuai dengan penetapan telah disita sebagai barang bukti. Dalam hal pengelolaan masih dipenyidik, tetapi alur hotel itu tetap berjalan. Apabila Tjipta Fujiarta kalah dalam perkara ini tinggal hitung-hitungan. Namun apabila diserahkan ke Conti, Tjipta harus ganti rugi.

"Penitipan sementara tidak ada yang memiliki gedung BCC itu. Penyitaan dilakukan penyidik melalui penetapan pengadilan. Barang bukti itu disita oleh penyidikan dititipkan dalam status KUO," pungkas Filpan.


(Red/Aidil). 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya