» » » » » » KRI Sigurot - 864 Tangkap Kapal Ikan Berbendera Singapura Pembawa Sabu 1 Ton

KRI Sigurot - 864 Tangkap Kapal Ikan Berbendera Singapura Pembawa Sabu 1 Ton

Ditulis Oleh: Redaksi | Minggu, 11 Februari 2018 | No comments








Batam, BR - Kapal patroli KRI Sigurot - 864 milik TNI AL, berhasil mengamankan sebuah kapal MV Sunrise Glory berbendera Singapura, yang kedapatan membawa 1 Ton Sabu - sabu, saat melintas di selat Philips. Rabu (7/2) sekitar pukul 14.10 Wib.

Dalam konferensi pers yang digelar TNI AL di Mako Lanal, Sengkuang Batam, hadir  Wakasal, Kepala BNN RI, Kepala BNN Kepri, Kapolda Kepri, Kazona Kamla Wilbar, Danrem 033/WP, Komandan Guskamlabar, Deputi pemberantasan BNN, Dirjen Bea dan Cukai, Pangarmabar, Aspam Kasal, Komandan lantamal IV, Kadispamal, Kadispenal dan lain sebagainya.

Penangkapan kapal MV Sunrise Glory berbendera Singapura tersebut, berawal dari kecurigaan Komandan Gugus keamanan laut Armada Barat (Dan Guskamlabar), Kolonel Laut (P) Bambang Irwanto, ketika kapal pembawa 1 ton Sabu  itu, seakan - akan ingin menghindar saat berpapasan dengan patroli KRI Sigurot - 864, sehingga dilakukan pemeriksaan kapal tersebut.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap kapal KM Sunrise Glory, tidak memiliki dokumen resmi yang dibawa saat berlayar. Dan dari hasil pemeriksaan juga didaatkan bahwa tujuan kapal tersebut berlayar dari  Malaysia menuju Taiwan.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya Ahmad Taufiqoerrochman mengatakan, bahwa target sudah di ingat sejak september lalu, dan mencurigai kapal KM Sunrise Glory yang berbendera Singapura itu,dan saat dilakukan pemeriksaan, memang benar kapal tersebut memang target.


"Setelah kita temukan kapal yang dicurigai itu, langsung pada Manisnya, kita informasikan kepada pihak BNN dalam hal ini kepada Pak Arman, lalu dia memerintahkan untuk membongkar kapal tersebut. Saat di bongkar kita temukan 1 Ton sabu, itu belum kita bongkar semua kemungkinan lebih dari 1 Ton," kata Taufiq, Sabtu (10/2).

Taufiq juga mengungkapkan, bahwa
ini merupakan sebagian kerja dari aparat kita, TNI dan Polri, serta lainnya, kalau urusan Narkoba itu BNN, kalau urusan penyelundupan itu di serahkan ke Bea Cukai, kalau pidana kita serahkan ke Kapolda.

"Saya salut kepada prajurit yang berhasil melakukn penangkapan, dengan barang bukti yng ada di depan ini, besok Panglima TNI mau melihat hasil tangkapan ini. Dari  pengakuan para tersangka sementara, barang tersebut mau di bawa ke Australia," ujarnya.

Taufiq pun menjelaskan penangkapan Sabu 1 ton itu, akan diserahkan ke BNN karena menyangkut Narkoba, TNI tidak memilki wewenang nya.


" BNN yang akan melanjutkan, ini adalah target yang menggunakan nama Sunrise Glory, saat di dekati menggunakan bendera Singapura, namun saat ditangkap menggunakan bendera Indonesia, surat - surat dari Indonesia di tanda tangani tahun 2014 tapi foto Copi, awak kapal dari Thailand dan Taiwan, " ungkap Taufiq.

Kasus ini masih dalam pendalaman, karena informasi awal di dapati, ada 3 ton sabu  dan surat yang berasal dari Indonesia.

Ditambahkan Taufiq, pada hari Rabu baru di curigai, Kamis nya kapal baru sampai di selat Philips, baru Jumat (9/2) pukul Pukul 18.00 WIB, Tim WFQR Lantamal IV/Lanal Batam, BNN Pusat, BC Pusat dan BC Batam. Berhasil menemukan barang bukti narkoba sebanyak 41 Karung Beras dengan perkiraan 1.000 Kg atau 1 Ton Sabu - Sabu.

Barang tersebut ditemukan di atas tumpukan beras dalam palka bahan makanan.

"Kita baru temui kemarin karena perlu proses, setelah mendapat kabar, Pak arman langsung mengirimkan anggota, Bea Cukai juga mengirimkan anjing pelacak, baru 1 Ton kita temukan, karena anjing pelacak teler " pungkasnya.


(Red/Aidil). 



Baca Juga Artikel Terkait Lainnya