» » » » OPLO Tuntut Kejaksaan Untuk Tahan Tjipta Fudjiarta Terkait Pemalsuan Saham Hotel BCC

OPLO Tuntut Kejaksaan Untuk Tahan Tjipta Fudjiarta Terkait Pemalsuan Saham Hotel BCC

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 16 Februari 2018 | No comments









Batam, BR - Ratusan masa yang mengatasnamakan gabungan dari Organisasi, Paguyuban, LSM/OKP  demo Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, terkait belum juga ditahan dan disidangkan nya Tjipta Fudjiarta di Pengadilan Negeri Batam, atas perkara Penggelapan Saham Hotel BCC. Kamis (15/2) sekitar pukul 10.00 Wib. 

Sebelum melakukan aksi demonya di depan Kantor Kejaksaan, terlebih dahulu massa gabungan paguyuban, organisasi dan LSM/OKP itu berkumpul di sekitaran area Welcome To Batam (WTB) Batam Center.

Edo selaku orator yang mengaku bertanggung jawab atas aksi demo tersebut, mengatakan bahwa tujuan dari aksi ini, meminta dan mendesak supaya Kejaksaan,  segera melimpahkan kasus tersangka Tjipta Fudjiarta, yang telah melakukan penipuan dan penggelapan saham BCC Hotel ke Pengadilan Negeri (Batam).

"Kasus yang menimpa saudara kami Conti Chandra, yang sudah banyak membantu masyarakat, diperlakukan tidak adil oleh Kejaksaan, maka kami turun ke jalan sebagai anak bangsa yang di berlakukan tidak adil, kami kecewa kepada pemerintah di negeri ini yang menjual keadilan, kami minta Tjipta Fudjiarta di tangkap dan di adili di PN Batam, sudah 27 hari ia menghirup udara bebas tanpa kasus di limpahkan. Mohon jangan permainkan hukum, karena sama juga mempermainkan rakyat. Ada apa dengan Kejaksaan?,  kenapa Conti di tangkap dan melepaskan Tjipta di malam hari," ungkap Yulianto.

Sedangkan Budi Sudarmawan, meminta kepala Kejari Batam, segera keluar menemui mereka dan meminta supaya Hotel BCC di tutup.


"Kami minta bapak Kejari keluar menemui kami, jangan ada diskriminasi, kalian ada cara membela hukum, kami juga ada cara membela hukum juga, jangan sampai hukum rimba kami Berlakukan di Batam ini, kami minta tutup hotel BCC. Ada apa dengan Kejari ini..?, apakah ada duit yang bermain disini..!!, " ujar Budi.

"Kami meminta Kejari keluar, kalau tidak keluar kami akan melakukan anarkis,
Conti Chandra dan Tjipta Fudjiarta status sama kenapa pak Conti yang di tahan," kata Ali, orator lainnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Batam, R. Adi. Wibowo, yang turun dari ruangan nya, dan menemui pendemo, mengatakan, bahwa ia sudah menerima perwakilan dari pendemo dan menerima apa yang menjadi tuntutan dari para pendemo tersebut.

"Semua harus menghargai, kami telah bertemu perwakilan dari saudara semuanya, sudah saya terima dari saudara, jangan anarkis karena negara ini negara hukum, " pungkas R.Adi Wibowo.


(Red/Aidil). 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya