» » » » Sidang Terdakwa Pemilik Rokok Tanpa Pita Cukai Datangkan Saksi Ahli Pidana

Sidang Terdakwa Pemilik Rokok Tanpa Pita Cukai Datangkan Saksi Ahli Pidana

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 14 Februari 2018 | No comments









Batam, BR  -  Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali melanjutkan sidang terhadap  terdakwa Ali als Hengki, yang tersangkut kasus kepemilikan rokok merek Luffman Mild Classic tanpa ada pita cukai.

Terdakwa yang di tangkap serta di tahan pada Senin, (25/9/2017) lalu, saat beada di Gudang yang berada di Komplek Inti Batam Business & Industrial Park Blok A No. 5 Sungai Panas, Batam Kota.

Dalam persidangan yang digelar minggu lalu, Majelis Hakim telah mendengarkan keterangan dari saksi ahli Irsan Komar.  Menurut keterangan saksi tersebut, terhadap 25 koli @ 2 karton @ 80 slop @ 10 bungkus @ 16 batang rokok merek “Luffman Classics Mild” yang dilakukan penindakan oleh Petugas Bea dan Cukai itu, di dalam kemasan rokok tersebut tidak tertera tulisan Khusus Kawasan Bebas Batam (KKB Batam), dengan tidak adanya penulisan tersebut, berdasarkan Pasal 29 Ayat 1 UU no. 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor. 11 Tahun 1995 tentang Cukai maka ” Wajib untuk dilunasi cukainya dengan dilekati Pita Cukai”.

Dan dalam persidangan kali ini,  Jaksa Penuntut Umum, Mega Tri Astuti, SH, mendatangkan Kaspul Jihad, seorang saksi ahli tindak pidana.

Kaspol mengungkapkan, yang harus  membayar Cukai adalah pabrik rokok atau pengusaha rokok, dalam Pasal 55 ayat (1), kalau ada lebih satu orang yang melakukan pidana ini pasti ada yang menyuruh.

"Kalau di lihat perkara ini tidak sesuai, saya contohkan ibu hamil. Ibu hamil tersebut pasti ada suaminya kalau tidak ada suaminya, yang di pertanyakan siapa pelaku. Dalam perkara ini saya tidak memahami apakah ada kerugian negara
yang disebut dengan kerugian negara,  seperti korupsi narkotika serta perbuatan lainnya yang merugikan negara, " kata Kaspul.

Ia juga mengatakan, yang jelas ini menyimpang dari pasal 55 ayat (1).
Dalam proses penyidikan bisa di ketahui siapa pelakunya.

"Ini jelas penyimpangan pasal 55 ayat (1), setelah di tangkap dan dalam proses penyelidikan pasti di di ketahui siapa saja pelakunya," ujarnya.

Kronologis penangkapan terdakwa Ali Als Hengki bermula, saat terdakwa bersama – sama dengan Acai (DPO), Kamis (21/9/2017) dihubungi oleh saksi Sapriyanto Turiyanto Als Anto, menanyakan apakah ada jual rokok “Luffman Mild Classic”. Kemudian terdakwa menghubungi DPO Acai dan menanyakan apakah ada stok rokok merk luffman mild classic dan DPO Acai pun mengatakan ada.

Jumat nya (22/9/2017) terdakwa Ali als Hengki pun kembali menghubungi DPO Acai, dan mereka sepakat untuk bertemu di Kedai Kopi 818 belakang DC Mall, untuk mengambil sample rokok “Luffman Classics Mild” dan membicarakan harga per slofnya dengan kesepakatan seharga Rp. 45.000/slop.

Kemudian malam harinya terdakwa kembali menghubungi Sapriyanto Turiyanto, untuk mengajak bertemu di Warung Makan Ayam Penyet di belakang RS. Awal Bross, untuk membicarakan  apakah saksi Sapriyanto Turiyanto Alias Anto jadi membeli rokok “Luffman Classics Mild” sesuai sample yang terdakwa tawarkan.

Dan saksi Sapriyanto Turiyanto Alias Anto sepakat untuk memesan rokok Lufman Mild Classic sebayak 50 slop dengan harga Rp. 46.000,- (empat puluh lima ribu rupiah) per slop kepada terdakwa.

Dan Sabtu (23/9/2017) terdakwa menghubungi DPO Acai untuk membeli dan mengambil Rokok Luffman Mild di gudang DPO Acai, karena pada hari Sabtu dan Minggu gudang tutup. Akhirnya terdakwa dan DPO Acai sepakat untuk melakukan transaksi jual beli rokok”Luffman Classics Mild” pada hari Senin.

Akhirnya, pada Senin (25/9/2017) terdakwa kembali menghubungi DPO Acai dan bertemu di kedai kopi 818 belakang DC Mall, untuk membeli dan mengambil rokok Lufman Mild Classic sesuai dengan pesanan terdakwa, lalu Acai menyuruh terdakwa untuk mengambil barang di gudang, nsmun sebelumnya DPO Acai mengatakan kepada terdakwa, agar terlebih dahulu menemui Pindi selaku pemegang kunci gudang tersebut.

Sekira pukul 14.00 Wib terdakwa menghubungi Sapriyanto Turiyanto untuk bertemu di Warung Ayam Penyet depan DC Mal, kemudian Sapriyanto Turiyanto  mengajak Fredy ikut bersamanya karena rokok yang di pesannya kepada terdakwa tersebut merupakan pesanan dari Fredy.

Setelah bertemu kemudian terdakwa, dan Sapriyanto Turiyanto serta Fredy pergi ke Gudang DPO Acai untuk mengambil rokok merek Luffman Classics Mild tersebut.

Setelah terdakwa, Sapriyanto Turiyanto dan Fredy sampai ke lokasi Gudang, kemudian terdakwa langsung menghubungi saksi Pindi, setelah bertemu dan kunci gudang dibukakan oleh saksi Pindi, lalu terdakwa, Sapriyanto Turiyanto dan Fredy menyepakati pembayaran setelah barang dimuat kedalam mobil seluruhnya.

Tetapi pada saat rokok “Luffman Classics Mild” dimuat kedalam mobil Toyota Hiace Putih BP 7045 ZB lalu datang Petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan dan ternyata rokok  “Luffman Classics Mild” yang dimuat tersebut tanpa dilekati pita cukai, akhirnya barang hasil Penindakan dan mobil Toyota Hiace putih BP 7045 ZB dibawa ke Kantor Bea Cukai Batam di Batu Ampar untuk proses lebih lanjut.



(Red/Aidil/MK). 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya