» » » » Tangan Terborgol, Conti Chandra Langsung di Jebloskan Ke Penjara

Tangan Terborgol, Conti Chandra Langsung di Jebloskan Ke Penjara

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 09 Februari 2018 | No comments






Batam, BR - Dengan tangan terborgol dan pengawalan ketat petugas Kejaksaan, Conti Chandra yang tiba di Bandara Hang Nadim, dari pelarian nya di Jakarta langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

Conti Chandra ditangkap karena terbukti bersalah atas perkara penggelapan atas jabatan PT. Bangun Mega Semesta (BMS) yang mengelola The BCC Hotel and Residence. Ia Ditangkap di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta.

Setelah sampai di Kantor Kejari Batam,  pihak Kejaksaan langsung menggelar langsung Konferensi Pers, yang di pimpin oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, Yunan SH, MH.

Sebelum ditangkap oleh pihak Kejagung dan Kejari Batam, Conti Chandra telah tiga kali di panggil oleh pihak Kejari Batam dengan melayangkan surat pemanggilan terhadap dirinya, seperti :

1. Surat panggilan terpidana Nomor 145, tanggal 3 April 2017
2. Surat panggilan terpidana Nomor 150, tanggal 18 April 2017
3. Surat panggilan terpidana Nomor 149

Namun ketiga surat tersebut diatas, tidak diindahkan oleh Conti Chandra, hingga buron atau kabur dari jeratan hukum, hingga akhirnya tertangkap di Jakarta.


Kajati Kepri, Yunan SH, MH mengatakan, penangkapan Conti Candra di Cilandak Town Square di Jakarta, pada Rabu (6/2) sekitar pukul 10.35 Wib, saat hendak mau bertemu Penasehat Hukumnya namun keburu ditangkap oleh tim gabungan Kejagung dan Kejari Batam.

"Pada hari Rabu 7 Februari 2018 target mau bertemu dengan kuasa hukumnya, di Cilandak Town Square pada Pukul 10.35 Wib, pada pukul yang sama target berhasil di amankan oleh tim gabungan Kejagung dan Kejari Batam, " kata Yunan, saat konferensi pers, Kamis (8/2) sekitar pukul 18.30 Wib.

Yunan juga menjelaskan, bahwa Conti Chandra telah di jatuhkan hukuman 2 tahun 6 bulan, dan tidak di kurangi ataupun di lebihkan.

" Tidak ada perlakuan khusus kepada Conti Chandra, sama diperlakukan seperti terpidana umum lainnya, tangannya juga di borgol, " pungkas Yunan.



(Red/Aidil). 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya