» » » » JPU Tanggapi Eksepsi PH Tjipta Fudjiarta

JPU Tanggapi Eksepsi PH Tjipta Fudjiarta

Ditulis Oleh: Redaksi | Selasa, 20 Maret 2018 | No comments





Batam, BR - Pengadilan Negeri (PN) Batam, untuk ketiga kalinya, menyidangkan perkara dugaan tindak pidana penipuan,  atau penggelapan dan pemalsuan surat di BCC Hotel Batam, dengan terdakwa Tjipta Fudjiarta. Selasa (20/3) pagi.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan pendapat atas Nota Keberatan (eksepsi) Penasehat Hukum (PH) terdakwa.

Dalam hal ini, JPU menanggapi uraian Nota Keberatan yang disampaikan PH terdakwa, terkait peristiwa-peristiwa didalam surat dakwaan, bukanlah merupakan tindak pidana, melainkan termasuk ruang lingkup hukum perdata.

“ Uraian eksepsi yang disampaikan oleh penasehat hukum tersebut, bukan ranah atau ruang lingkup eksepsi sebagaimana yang diatur dalam pasal 156 ayat(1) KUHAP, melainkan sudah masuk substansi pokok perkara yang masih akan kita buktikan dalam persidangan nanti, sehingga sudah seharusnya dikesampingkan keberatan tersebut,” jelas JPU.

JPU juga menanggapi keberatan penasehat hukum terdakwa, yang menyatakan penuntut umum berlindung pada putusan hakim praperadilan aqui, dalam menjalankan pasal 14 huruf b, pasal 137 dan 140 ayat(1) KUHAP sebagai dasar membuat surat dakwaan dengan mengenyampingkan pasal 140 ayat (2) KUHAP.

“ Kami berpendapat bahwa keberatan penasehat hukum harus ditolak dan dikesampingkan,” kata JPU.

JPU juga menanggapi keberatan penasehat hukum yang menyatakan agar pemeriksaan perkara pidana atas terdakwa Tjipta Fudjiarta ditangguhkan, menunggu putusan Tata Usaha Negara dan Perdata.

“ Penuntut Umum memohon kepada Majelis Hakim untuk mengenyampingkan uraian eksepsi penasehat hukum, dan memohon Kepada Ketua Majelis Hakim beserta anggota Majelis untuk tetap melanjutkan dan menyidangkan perkara tersebut,” kata JPU.

JPU juga memohon agar Majelis Hakim menjatuhkan putusan, menolak keberatan dari penasehat hukum untuk seluruhnya.

“ Menyatakan bahwa surat dakwaan atas nama terdakwa Tjipta Fudjiarta telah memenuhi syarat formil dan materil, serta dibuat secara sah menurut hukum,” kata JPU.

“Menyatakan bahwa perkara terdakwa Tjipta Fudjiarta dilanjutkan,” pungkas JPU.

Setelah mendengarkan tanggapan dari JPU , Majelis Hakim menunda persidangan hingga Hari Selasa tanggal 27 Maret 2018 mendatang dengan agenda mendengarkan putusan sela.



(Red/Aidil/WTB).

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya