» » » Akhirnya Ratusan Pekerja Cladtek Kembali Bisa Bekerja Setelah Capai Kata Sepakat Dengan Pihak Perusahaan

Akhirnya Ratusan Pekerja Cladtek Kembali Bisa Bekerja Setelah Capai Kata Sepakat Dengan Pihak Perusahaan

Ditulis Oleh: Redaksi | Selasa, 03 April 2018 | No comments







Batam, BR - Management PT Cladtek dan Serikat Pekerja (SP) temukan kata sepakat terkait ratusan karyawan PT Cladtek dari Departemen Produksi, khususnya bagian Welding Overlay yang tidak masuk kerja selama dua hari.

Akhirnya, setelah melalui pertemuan antara management PT Cladtek dan Serikat  Pekerja dan sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, yang dipimpin Udin P. sihaloho, ditemukanlah kata sepakat, yang intinya bagi para pekerja untuk bisa  kembali masuk dan bekerja di perusahaan yang memproduksi pipa baja tersebut.


Pertemuan dan kata sepakat tersebut tercapai, setelah digelarnya rapat di salah satu ruangan PT Cladtek dengan rombongan Komisi IV DPRD Batam yang dikomandoi Sekretaris Komisi IV Udin P Sihaloho, Wakil Ketua Komisi IV Yunus Spi dan anggota Komisi IV Bobi Alexander Siregar, serta perwakilan Disnaker Batam Tukiman, managemen PT Cladtek dan Legalnya Fanny Iod serta Ketua SPSI Kepri Syaiful Badri Sofyan, Ketua DPC SPSI Tengku Afka dan Ketua PUK PT Cladtek Surya Sastra.

Sebelum pertemuan digelar antara management PT Cladtek, Anggota Komisi IV DPRD, Disnaker dan perwakilan SPSI itu, ratusan karyawan permanen PT Cladtek yang berlokasi di Batuampar tersebut,  tertahan di luar pagar perusahaan.


Mereka tidak diperbolehkan masuk kerja sebelum menandatangani surat perjanjian yang disodorkan oleh management perusahaan. Sehingga para pekerja tersebut melakukan aksi dengan mendatangi gedung DPRD Koata Batam,  untuk mengadukan perihal permasalahan mereka kepada para anggota Dewan yang duduk di Komisi IV tersebut. Selasa (3/4) pagi.

Usai perundingan, Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho dihadapan ratusan pekerja PT Cladtek mengatakan,  bahwa sesuai hasil kesepakatan antara managemen dengan serikat pekerja disepakati mulai hari ini atau paling lambat besok, Rabu (4/4) seluruh pekerja yang sebelumnya tidak boleh masuk, kembali masuk dan bekerja seperi biasa. 


" Sesuai kesepakan kita, ratusan pekerja yang sebelumnya tidak boleh masuk, kini boleh masuk kembali," terang Udin.

Dijelaskannya, bahwa sebelumnya terjadi miskomunikasi antara management dengan pihak serikat. Dimana perjanjian yang dimaksudkan oleh serikat hanyalah sebuah pemberitahuan semata. Begitu juga di pihak managemen, karena menurut mereka pemberitahuan tersebut harus ditandatangani.

" Hanya miskomunikasi, dan sudah kita dapatkan kata sepakat," ungkapnya.

Ketua SPSI Kepri, Syaiful Badri Sofyan mengaku menyambut baik hasil pertemuan tersebut, namun demikian ia mengingatkan semua pihak agar mengikuti aturan main sebagaimana disampaikan oleh Disnaker di pertemuan tersebut.

" Kita sepakati apa yang sudah disepakati bersama, sembari poin-poin pemberitahuan tersebut kita bahas lebih lanjut untuk menjadi poin PKB," ungkapnya.


Ditambahkan oleh Tengku Afka Asri, selaku Ketua DPC SPSI Batu Ampar, bahwa keberadaan serikat harusnya dirangkul dan diajak untuk berunding bilamana terjadi persoalan. Karenanya, ia menyambut baik terjadinya perundingan tersebut.

" Inilah yang kita harapkan, ketika terjadi persoalan kita dudukkan bersama untuk mencari solusi," ujarnya. 

Sementara itu, Fanny Iood Siregar selaku Legal Consultan PT Cladtek mengatakan,  bahwa berbagai perubahan yang terjadi dan dilakukan oleh managemen, sebagai upaya untuk meningkatkan produksi perusahaan. Karenanya ia berupaya agar perubahan tersebut sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan.

" Ini semata-mata untuk peningkatan produksi perusahaan, dan saya sudah ingatkan agar setiap perubahan sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di negara Indoenesia," terangnya.

Setelah seluruh hasil pertemuan disampaikan, rombongan Komisi IV DPRD Batam bersama Disnaker Batam meninggalkan lokasi, dan bagi  ratusan pekerja diperbolehkan memulai beraktivita, termasuk yang di ship malam.


(Red/Aidil/HK). 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya