» » » » Hendie Devitra SH : Keterangan saksi Conti Chandra Bertentangan Dengan Bukti Formal

Hendie Devitra SH : Keterangan saksi Conti Chandra Bertentangan Dengan Bukti Formal

Ditulis Oleh: Redaksi | Kamis, 12 April 2018 | No comments







Batam, BR -  Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menyidangkan perkara dugaan penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat di BCC Hotel, dengan terdakwa Tjipta Fudjiarta, dalam agenda mendengarkan keterangan saksi/pelapor/korban, Selasa (10/4).

Di dalam sidang yang diketuai oleh Tumpal Sagala SH, yang di dampingi oleh Reni Pitua Ambarita,SH dan Yona Lamerosa Ketaren,SH selaku hakim anggota, mendapati banyak keterangan saksi dalam hal ini Conti Chandra (korban/pelapor), yang bertentangan dengan bukti formal (bukti surat).

Hal ini diungkap oleh Hendie Devitra SH yang didampingi Sabri Hamri SH, selaku Penasehat Hukum Tjipta Fudjiarta (terdakwa), bahwa di dalam perkara kliennya tersebut, saksi Conti Chandra selaku korban, yang di hadirkan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batam, di dalam memberikan keterangannya,yang bertentangan dengan bukti surat (formal).

" Tetapi apapun itu, merupakan hak dari saksi untuk menyampaikan keterangan yang ingin dia sampaikan. Nanti kita akan lihat secara utuh dari keterangan saksi yang lain dan bukti-bukti surat yang diajukannya," kata Hendie.

Sebelumnya, di dalam persidangan, saksi Conti Chandra mengaku awal perkenalan nya dengan Tjipta Fudjiarta dari istrinya yang mempunyai hubungan kekeluargaan. Disamping itu juga Tjipta Fudjiarta menawarkan saham sebesar Rp.27,5 miliar kepada saksi Conti melalui sambungan telepon. Berdasarkan tawaran tersebut, akhirnya saksi mengambil tawaran saham tersebut. Saham sebesar Rp.27,5 m itu disepakati dengan dasar tanpa bunga dan jaminan.

" Saya di suruh datang ke Medan untuk membicarakan tawaran saham oleh Tjipta Fudjiarta,dengan dijemput oleh sopir terdakwa," kata Conti.

Sedangkan Penasehat Hukum (PH) terdakwa Tjipta Fudjiarta,Hendie Devitra SH, terus mencerca saksi Conti dengan berbagai pertanyaan yang sempat menyulut emosinya,seperti pertanyaan soal akta notaris yang dianggap memberikan keterangan palsu.

" Para pemegang saham berencana memecat dan mengeluarkan anda pada tanggal 22 juli dalam sebuah nota ," tanya Hendie kepada saksi Conti..

Selain itu juga, Hendie mengatakan bahwa keterangan yang diberikan saksi Conti Chandra tidak sesuai dengan apa yang ada di beberapa akta notaris, dan seakan akan berusaha memutar balikkan fakta dengan apa yang sudah diputuskan para pemegang saham.

" Koq keterangan saudara saksi berbeda dengan para keterangan pemegang saham," tanya Hendie.

Bahkan Majelis hakim Tumpal Sagala SH, sempat mengingatkan saksi Conti Chandra untuk tidak berbelit - belit dalam memberikan keterangan di dalam sidang. Hingga akhirnya juga,hakim yang menyidangkan perkara tersebut menunda sidang dan melanjutkannya kembali pada tanggal 23 april 2018 dengan agenda masih yang sama mendengarkan keterangan saksi lainnya.


(Red/Aidil).















Baca Juga Artikel Terkait Lainnya