» » » » Hilang di Tanjung Priok, Ketemu nya di Batam

Hilang di Tanjung Priok, Ketemu nya di Batam

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 25 April 2018 | No comments








Batam, BR - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam segel Kapal Tanker " MATAHARI LAUT " yang berada dikawasan galangan kapal Bandar Victory Shipyard, Sekupang, Batam. Selasa (24/4) sekitar pukul 16.30 Wib. 

Sebelumnya, kapal tanker " MATAHARI LAUT " yang terlibat dalam kasus perompakan di Selat Malaka tersebut, dikabarkan hilang saat di titipkan di Markas Komando (Mako) Polisi Perairan dan Udara (Polairud) di Tanjung Priok,  setelah dinyatakan resmi disita dan menjadi aset negara oleh PN Jakarta Pusat. Bahkan para pelaku yang terlibat dalam perompakan juga telah dijatuhi hukuman penjara. 

Namun setelah beberapa bulan kapal tanker tersebut di titipkan di Mako Polairud Tanjung Priok itu, tidak ada lagi tampak bersandar dan dinyatakan hilang. Namun berkat kerjasama antara Kejari Batam dan Kejari Jakpus dengan dibantu oleh pihak Lanal Batam, akhirnya kapal tanker " MATAHARI  LAUT " itu dapat ditemukan yang bersandar di dermaga kawasan perusahan galangan kapal Bandar Victory Shipyard, Sekupang Batam. 

Setelah mengetahui keberadaan kapal tanker tersebut, Tim Kejari Jakpus yang langsung dipimpin oleh Kuntandi, selaku Kajari Kajari Jakpus bersama Kajari Batam, Roch Adi Wibowo dan Tim Kajari Batam, bersama dengan Lanal Batam mendatangi lokasi galangan tempat kapal tanker tersebut, dan langsung melakukan penyegelan penyitaan kapal yang telah menjadi aset negara itu.


Kepada awak media, Kejari Jakpus, Kuntandi mengatakan, mengatakan kapal tanker " MATAHARI " itu,  merupakan barang bukti kasus pembajakan dengan tersangka Awaluddin cs. Kasus ini ditangani Kejari Jakpus dan telah disidangkan sebelumnya, lalu diputus oleh PN Jakpus pada peradilan tingkat pertama.

Selain Kapal " MATAHARI LAUT " turut juga dua kapal lainnya, yakni MT Patria Jaya I dan MT Hartadika 2 yang juga menjadi barang bukti dan dirampas untuk negara.

" Usai selesai sidang, kapal tanker yang telah dinyatakan sebagai aset negara, kita titipkan di Mapolairud Tanjung Priok, namun beberapaa bulan kemudian, tidak berada lagi disana dan dinyatakan hilang,” pungkas Kuntandi.


Alhasil, pencarian kapal tanker yang dinyatakan hilang itu,  dilakukan pencarian keberadaan nya, dengan berkoordinasi dengan semua bagian intelijen dari seluruh Kejari yang ada di Indonesia. Dan pencarian kapal tersebut berakhir di Batam, setelah kapal itu ditemukan saat sedang dalam perbaikan (docking)  di kawasan galangan kapal Bandar Victory Shipyard, Sekupang Batam, Kepri.



(Red/Aidil). 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya