» » » » Ikadin Batam Berikan Santunan dan Pendampingan Hukum Terhadap Anak Di Bawah Umur Korban Pencabulan Ayah Tirinya

Ikadin Batam Berikan Santunan dan Pendampingan Hukum Terhadap Anak Di Bawah Umur Korban Pencabulan Ayah Tirinya

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 18 April 2018 | No comments








Batam, BR - Knologis tertangkapnya tersangka Fahrudin (pelaku pencabulan anak tirinya berinisial L (14)  ini tidak mudah, karena tersangka ini selalu berpindah - pindah. Tersangka sudah tau kalau ia di cari polisi.

" Hal yang ingin kami sampaikan adalah knologis kejadian tertangkapnya Fahrudin itu, yang sekarang di tahan di Polresta Barelang. Dan sudah menjalani proses hukum atas perbuatan dia yang telah mencabuli anak tirinya (korban) yang berinisial L " kata Juhrin Pasaribu, SH, MH yang di dampingi Jufriyadi, SH dan Andy Nurezta, SH, selaku Penasehat Hukum yang ditunjuk oleh korban, kepada Batamreport. com. Selasa (18/4).

Juhrin juga menerangkan, saat kasus ini terbongkar atas laporan seseorang yang bernama Lubis ke posbakum Ikadin Batam, dari laporan itulah langsung di laporkan ke Unit Perlindungan  anak dan perempuan (PPA)  Polresta Barelang.

" Disini mau kami sampaikan adalah terbongkarnya kasus ini, adalah andil dari Kadin DPC Kota Batam/Posbakum, dimana pertama kali ada seseorang yang namanya Lubis, menyampaikan ke pak Andi, oleh pak Andi langsung di follow up laporan tersebut ke  Polresta, dan di Polres di lakukan pergerakan oleh beberapa anggota unit PPA, untuk di lakukan pengintaian, karena si Fahrudin ini sulit di hubungi karena tidak membawa handphone.


Karena tersangka ini sudah tau kalau dia sudah di laporkan ke Polisi atas perbuatannya tersebut, oleh karena itu tersangka selalu berpindah - pindah tempat, lanjut Juhrin.

" Alhamdulillah sabtu kemarin berkat andilnya Posbakum Ikadin Batam, dia (red. tersangka) sudah di tangkap dan di proses. L sendiri di Cabuli semenjak kelas 3 SD sampai kelas 1 SMP, dia di ancam akan di bunuh kalau tidak mengiyakan apa yang di minta oleh tersangka ini (Fachrudin), karena ibu korban yang kerjanya sebagai pemulung ini, tidak bisa selalu mengawasi anak - anaknya di rumah, " ujarnya.

Menurut Juhrin Pasaribu. SH. MH,  akhirnya kasus tersebut terbongkar juga serta meminta uluran tangan dari siapa pun untuk membantu korban untuk bersekolah kembali lagi.

" Lama kelamaan terbongkar juga kasus ini, jadi kini kami mengimbau, uluran tangan bagi siapa saja, yang bisa membantu L ( korban)  yang mau melanjutkan sekolahnya lagi, " tutur Juhrin.

L (14), mengaku di  cabuli Ayah tirinya semenjak kelas 3 SD, dan di ancam akan di bunuh pakai golok jika tidak mau menuruti kemauan ayah tirinya tersebut.

Juhrin Pasaribu, SH, MH, juga mengatakan ketika ayah tiri L melakukan perbuatan yang tidak senonoh, L selalu menangis dan mental L nya jadi turun dan pendiam.

" Sebenarnya L ini anaknya periang dan ceria, namun atas seringnya kejadian pencabulan yang dilakukan bapak tirinya itu kepada dia, membuat ia jd anak yang pemurung dan pendiam, " jelas Juhrin.

Selain itu, menurut Ibu korban, mengetahui perbuatan suaminya baru sejak bulan ini, yang mendapati adanya kejanggalan - kejanggalan pada diri pelaku.



" Saya baru tau hari minggu dalam bulan ini, saat itu L bersama teman temannya mencari besi, lalu suami saya marah dia bilang "kau pacaran lagi", kejanggalan yang saya lihat kok marahnya aneh" ujar Ibu korban.

Ibu Korban yang bernama Ida ini, juga mengatakan, jika suaminya itu selalu memukul jika ada sedikit kesalahan saja.

" Saya berharap ia di hukum seberat - beratnya, " harap ibu korban.

Kejadian pencabulan tersebut terjadi dari tahun 2014 hingga saat ini, kasusnya baru terungkap saat ini, dan menurut Juhrin Pasaribu, SH, MH. L akan melanjutkan sekolahnya lagi setelah tahun ajaran baru.

Sebelumnya, ibu korban juga pernah membuat laporan ke Polsek tapi tidak jadi, karena ibu tersebut keterbatasan hukum serta tidak mempunyai biaya karena mempunyai empat orang anak.

Tersangka Fachrudin, terancam kurungan 15 tahun penjara dengan pemberatan, juga diperkirakan akan hukuman bisa ditambah sepertiga dari ancaman tersebut. Sesuai undang-undang perlindungan anak.

Selain melakukan pendampingan hukum terhadap korban (L) , Ketua DPC Ikadin Batam / Posbakum, memberikn bantuan ala kadarnya kepada korban, dimana bantuan tersebut berupa santunan uang tunai,  karena Ikadin Batam merasa simpatik terhadap kasus yang menimpa L (korban)  sejak kecil hingga menjelang remaja tersebut.

" Kami memberikan bantuan berupa santunan yang mungkin tidak seberapa nilainya, ini kami lakukan demi semata - mata rasa Kemanusian dan simpatik saja terhadap korban, dimana korban saat ini menjadi trauma atas kasus pencabulan yang dilakukan ayah tirinya tersebut yang sangat cukup lama dialaminya,  " pungkas Juhrin.



(Red/Aidil). 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya