» » » » Tjipta Fudjiarta Bantah Keterangan Hernita di Dalam Sidang

Tjipta Fudjiarta Bantah Keterangan Hernita di Dalam Sidang

Ditulis Oleh: Redaksi | Selasa, 24 April 2018 | No comments







Batam, BRTerdakwa Tjipta Fudjiarta yang tersangkut dalam perkara penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat - surat di BCC Hotel, yang dilaporkan oleh Conti Chandra selaku saksi/korban, membantah keterangan saksi Hernita (istri Conti) yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum dihadapan Majelis Hakim, saat digelarnya sidang perkara tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Batam. Senin (23/4) sekitar pukul 10.00 Wib.

" Apa yang diterangkan oleh saksi (istri Conti) tidak benar dan salah semua yang mulia majelis hakim" kata Tjipta Fudjiarta saat ditanya Tumpal Sagala SH sang ketua Majelis Hakim PN Batam.

Usai sidang, melalui pesan whatsApp yang diterima Batamreport.com dari Hendie Devitra SH dan Sabri Hamri SH, selaku Penasehat Hukum terdakwa Tjipta Fudjiarta, menjelaskan bahwa apa yang disampaikan oleh saksi Hernita (istri Conti/saksi) dihadapan majelis hakim, adalah tidak benar semua, sesuai yang dikatakan oleh terdakwa kepada majelis hakim saat sidang digelar di PN Batam tersebut.


Disamping itu, Hendie juga mengatakan banyak keterangan saksi Hernita berdasarkan dari keterangan yang didengarnya dari  saksi Conti Chandra.

" Secara hukum Hernita yang mengaku mempunyai hubungan sepupu, dengan istri terdakwa dapat mengundurkan diri sebagai saksi, dari keadaan ini saja sudah dapat diperkirakan keterangan saksi tidak akan obyektif, karena pasti akan mengikuti keterangan suaminya yakni Conti Chandra. Dan apa yang diterangkan saksi selama persidangan tadi, hampir semuanya menurut keterangan suaminya . Jadi keterangan saksi adalah testimonium de auditu yaitu mendengar dari orang lain (suaminya) dan ketika dicecar oleh Penasehat Hukum mengenai pengetahuannya saksi,banyak mengatakan tdk tahu, termasuk ketika ditanya mengapa conti membiarkan penjualan saham, dari pemegang saham lama langsung kepada terdakwa kalau memang Conti sebagai pemilik 100% saham." Jelas hendie.


Lanjutnya, yang menarik ketika saksi mengatakan suaminya pemilik 100% saham Hotel BCC, tetapi saksi tidak dapat menjelaskan dari mana kepemilikan sahamnya melainkan hanya 27,5% saja, yang lain merupakan saham milik Wie Meng, Hasan, Sutriswi, dan Andreas Sie. Saksi juga mengakui bahwa terdakwa membeli saham langsung milik Wie Meng, Hasan, dan Sutriswi dari uang yang diterima dari terdakwa. Saksi juga mengakui perbuatan pengalihan saham dari Wie Meng, Hasan, dan Sutriswi menurut akta nomor 3, 4, dan 5 itu kepada terdakwa atas persetujuan suaminya.

" Keterangan saksi yang mengatakan pembayaran dari terdakwa sebesar 29,5 M kepada pemegang saham, untuk pembelian saham bertentangan dengan keterangan saksi, yang mengatakan itu sebagai uang pinjaman saksi Conti, dan kenyataannya saksi mengatakan sampai saat ini, tidak pernah membayar atau mengangsur uang pinjaman itu, demikian sebaliknya terdakwa juga tidak pernah menagih kalau itu memang uang pinjaman," terang Hendie.

Ini masih menjadi misteri bagi kami, apa sesungguhnya maksud saksi Conti Chandra membuat akta 99, kalau menurut bukti-bukti surat justru pembayaran terdakwa adalah untuk pembelian saham, dan dengan persetujuan Conti termasuk diakui saksi ada juga penjualan sebagian saham miliknya, kepada terdakwa menurut akta no. 11 dan 12 sebayak 218 saham, dan menurut saksi baru dibayar 9 M. Dari keterangan Saksi Hernita dan saksi Conti kemarin sampai saat ini, kami juga belum melihat apa maksud laporan saksi sebagai penipuan terdakwa yang mengatakan belum ada pembayaran sama sekali, sebaliknya dipersidangan saksi mengakui ada pembayaran 29,5 M dan 9 M dari terdakwa, tambah Hendie lagi.

" Di akhir pemeriksaan saksi juga mengakui keluarnya Conti Chandra sebagai Direktur karena surat yang dibuat saksi  atas pengunduran diri suaminya dari jabatan Direktur. Termasuk surat penawaran saham suaminya kepada terdakwa. Maka kami sependapat seperti yang disampaikan Majelis Hakim agar Conti Chandra dihadirkan kembali untuk konfrontir keterangannya dalam persidangan berikutnya" pungkas Hendie.

Sidang perkara terdakwa Tjipta Fudjiarta ini,  akan kembali digelar pada tanggal 30 April 2018 pekan depan,  dengan agenda yang masih sama, yaitu mendengarkan keterangan dari saksi Aron selaku anak saksi/ korban Conti Candra ataupun Conti Chandra yang diminta oleh majelis hakim kepada JPU untuk dihadirkan kembali dalam persidangan.



(Red/Aidil). 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya