» » » » Setelah Hernita, Kembali Tjipta Fudjiarta Bantah Keterangan Arron Selaku Saksi Sang Pelapor

Setelah Hernita, Kembali Tjipta Fudjiarta Bantah Keterangan Arron Selaku Saksi Sang Pelapor

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 02 Mei 2018 | No comments








Batam, BR - Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar perkara Penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat - surat di BCC Hotel, dengan terdakwa Tjipta Fudjiarta. Senin (30/4) sekitar pukul 10.15 Wib. 

Setelah Conti Chandra (saksi/ pelapor/ korban) yang pertama kali memberikan keterangan nya, dihadapan Majelis Hakim PN Batam, yang diketuai oleh Tumpal Sagala SH, disusul oleh Hernita (istri Conti)  yang juga memberikan keterangan, namun semua keterangannya dibantah oleh terdakwa.

Nasib yang sama juga berlaku pada keterangan Arron Constantine (Anak Conti Chandra) dimana terdakwa Tjipta Fudjiarta membantah semua keterangan saksi dihadapan Ketua Majelis Hakim Tumpal Sagala SH, serta dua hakim anggotanya Taufik SH dan Yona Lamerosa Ketaren SH, meskipun ada keterangan saksi yang dibenarkan olehnya.


Menurut Hendie Devitra SH yang didampingi oleh Sabri Hamri SH, bahwa atas keterangan saksi Arron Constantine itu, terdakwa menyampaikan keterangan saksi tidak benar semua, kecuali benar saksi hadir di pertemuan yang berlangsung di ruang M hotel BCC itu, dan benar terdakwa waktu itu meminta salinan akta,  jual beli saham antara terdakwa dengan pemegang saham lama, yang aslinya dipegang oleh Conti Chandra.

" Keterangan saksi hanya mengenai pertemuan di ruang M, Hotel BCC pada Desember 2012, sedangkan keterangan lain sama dengan keterangan saksi sebelumnya yaitu Hernita Conti, yang hanya mendengar dari keterangan saksi Conti Chandra sebagai pelapor dalam perkara ini, " kata Hendie saat ditemui usai sidang.


Lebih lanjut Hendie menjelaskan, bahwa keterangan saksi yang merupakan anak dari saksi Conti, yang waktu itu masih berumur 16 tahun, diajak oleh orang tuanya (saksi Conti) dan saksi Hernita Conti,  dan dalam pertemuan di lantai M Hotel BCC pada Desember 2012.

" Saksi yang hanya mendengar dari orang tuanya, bahwa terdakwa belum membayar saham terkait, disebutkannya lunas pembayaran saham dari terdakwa kepada para pemegang saham lama, sesuai isi akta no. 3, 4, dan 5 yang disuruh baca dan akta itu yang masih dipegang oleh orang tuanya (saksi Conti) dan pada waktu itu saksi juga mendengar terdakwa meminta salinan aktanya, " ujar Hendi.


Dilanjutkannya, ketika ditanya Hakim, saksi beralasan pasti tau apabila orangtuanya menerima uang dalam jumlah besar, tetapi ketika kami tanya apakah saksi juga tau orangtuanya ada menerima uang lagi sebesar Rp. 9 M dari terdakwa, saksi mengatakan tidak tau, jadi kesaksian dari saksi Aarron menurut kami, sebagai kesaksian yang hanya mendengar dari orang lain.

" Dan hanya sepenggal - sepenggal  informasi, tidak bernilai sebagai keterangan saksi. Kita tunggu saksi berikutnya para pemegang saham lama nantinya dalam sidang berikutnya, " pungkas Hendie mengakhiri.



(Red/Aidil). 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya