» » » » Ini Kata Hendie dan Filpan Terkait Tidak Hadirnya Saksi Fakta Dalam Sidang Yang di Tunda Sudah Dua Kali Itu

Ini Kata Hendie dan Filpan Terkait Tidak Hadirnya Saksi Fakta Dalam Sidang Yang di Tunda Sudah Dua Kali Itu

Ditulis Oleh: Redaksi | Selasa, 31 Juli 2018 | No comments

Hendie Devitra SH dan Filpan FD Laila SH, MH






Batam, BR - Sidang terdakwa Tjipta Fudjiarta dalam perkara dugaan penipuan, pemalsuan dan penggelapan surat - surat di PT. Bangun Megah Persada (BMS) kembali ditunda, setelah sebelumnya pada Jumat (27/7) lalu akan disidangkan, juga ditunda oleh Pengadilan Negeri ((PN) Batam dengan alasan pihak Kejaksaan Negeri Batam, belum dapat menghadirkan saksi - saksi fakta dalam perkara yang sempat menjadi perhatian publik Batam ini. Senin (30/7).

Adapun agenda sidang yang ditunda itu,  adalah untuk mendengarkan keterangan saksi yang akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejagung dan Kejari Batam, dan juga merupakan saksi fakta dalam perkara tersebut, dimana saksi itu berjumlah tiga orang, yakni Samuel Mulyadi dari Bank Ekonomi, Maruli Sinaga dari Bank CIMB Niaga, dan Yudi Yuliadi dari Kemenkum dan HAM, dimana sidang tetap di ketuai oleh Tumpal Sagala SH, dan  didampingi dua hakim anggotanya,  Taufik Abdul Halim SH dan Yona Lamerossa Ketaren SH.

Di karenakan ketiga saksi tidak hadir di persidangan tanpa alasan yang jelas, maka majelis hakim terpaksa kembali menunda sidang, menjadwalkan ulang sidang pada hari Jumat (3/8) nanti. Usai menjadwalkan ulang sidang, majelis hakim pun langsung menutup persidangan.

Hendie Devitra didampingi Sabri Hamri selaku penasihat hukum terdakwa Tjipta Fudjiarta saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN), mengatakan sudah dua kali terjadi penundaan sidang ketiga saksi fakta ini.

" Dengan ketidak hadiran ketiga saksi fakta pada pemeriksaan terdakwa ini, bagi kami ini merupakan upaya jaksa dalam membuktikan dakwaannya. Karena saksi inilah yang kemudian bisa diajukannya terdakwa ke Pengadilan Negeri," kata Hendie Devitra.

Namun begitu, Hendie juga akan mengapresiasi pihak Jaksa kalau sekiranya pemeriksa ini bisa cepat selesai, karena ini memang asas hukumnya. Dan jangan di depan sidang saksi tidak bisa berbicara lagi nantinya, lanjut Hendie.

" Melihat upaya jaksa, memang baru satu kali mereka melakukan pemanggilan resmi ketiga saksi, kami ikuti saja prosedurnya. Pemanggilan saksi itu kan maksimal tiga kali. Kita lihat apakah di kesempatan berikutnya saksi dapat dihadirkan atau tidak, baru nanti kami akan mengambil sikap," terang Hendie.

Sementara dari pihak Kejari Batam, dalam hal ini Kasipidum Kejari Batam, Filpan FD Laia SH, MH menegaskan, kalau jaksa itu bertugas menghadirkan para saksi dan alat-alat bukti lainnya.

" Kami sudah berusaha menemui para saksi. Kebetulan yang hendak kami temui  itu saksi Samuel Mulyadi, tapi kami justru ketemu sama ibunya, tak ketemu sama saksi Samuel. Kami sudah titip pesan ke ibunya untuk Samuel datang ke persidangan hari ini. Sedangkan dua saksi lainnya yakni Yudi Yuliadi dan Maruli Sinaga, mereka sudah tidak lagi tinggal di alamat yang sesuai dengan di BAP, " terang Filpan.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya sudah meminta bantuan juga untuk menghadirkan para saksi oleh penyidik. Namun sampai sekarang ini, pihaknya tidak mendapat keterangan apapun kenapa sampai para saksi ini berhalangan hadir.

" Kami akan mencoba memanggil lagi ketiga saksi yang tak hadir ini, sambil memperhatikan apakah nanti akan dilanjutkan lagi dengan pemeriksaan yang lainnya, sembari menunggu para saksi ini datang, itu proses tetap harus jalan," kata  lagi.

Filpan pun berjanji, pihak Kejari Batam akan tetap berusaha menghadirkan saksi dengan memakai surat panggilan ahli. Kalau tak datang lagi nantinya, pihaknya mengaku tidak tahu, apakah jadwalnya terbentur dengan urusan lainnya.

" Kenapa saksi tak hadir, sampai sekarang kami belum dapat keterangannya," pungkas Filpan.


(Red/Afinast).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya