» » » M. Nasir : Dirikan Panti Asuhan Untuk Selamatkan Anak - Anak Usia Pendidikan dari Kesenjangan Sosial

M. Nasir : Dirikan Panti Asuhan Untuk Selamatkan Anak - Anak Usia Pendidikan dari Kesenjangan Sosial

Ditulis Oleh: Redaksi | Selasa, 09 Oktober 2018 | No comments








Batam, BR - Bertujuan untuk menyelamatkan anak - anak usia pendidikan akibat kesenjangan sosial, M. Nasir terapkan sistem anak asuh di Panti Assyaamil yang di binanya sendiri. Selasa (9/10).

M. Nasir selaku Sekretaris Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan juga ketua Yayasan Fajar Cendekia Batam, mengatakan mayoritas Panti Asuhan di Batam, berangkat dari kemampuan terbatas. Baik dalam panti asuhan itu sendiri maupun tata kelola secara lembaga.

Namun dengan niat baiknya, Panti Asuhan  yang didirikannya dapat bertumbuh dan bertahan dalam keadaan sesederhana mungkin. Serta mendapatkan simpati dari masyarakat, dan lembaga instansi terkait  dalam mendukung tumbuh berkembangnya panti asuhan tersebut.

" Kemampuan survive inilah yang akan menentukan. Apalagi dengan kondisi panti asuhan yang tidak di dukung finansial yang cukup. Tidak sedikit lembaga, baik panti panti muslim dan non muslim yang dilengkapi dengan keilmuan sarana dan prasarana," kata Nasir.


Dikatakan pria kelahiran Surabaya dan juga mantan anak asuh Panti Asuhan Hidayatullah ini, niat baiknya menjadi aktivis anak asuh, setelah ia menyelesaikan studi dan bimbingannya di panti asuhan tersebut.

Misi awal sebagai langkah kecil niat tersebut, kata M Nasir untuk memperbaiki anak bangsa secara umum, terutama mereka yang tidak mendapatkan kesempatan baik secara sosial.

" Panggilan jiwa untuk menyelamatkan anak-anak kita yang di panti. Jangan sampai, seperti saya tidak mendapatkan kesempatan sosial yang layak. Maka saya  merintisnya dengan mendirikan Panti Asuhan Assyaamil di tahun 2012. Tepatnya perumahan Pesona Asri Batam Center," ujarnya.

Dengan menjadi lembaga relawan waqaf, lanjut Nasir, pada tahun 2012 tersebut, ia  manfaatkan rumahnya sendiri sebagai tempat asuh anak, yang berada di Nusa Cipta Indah. Awalnya cukup berjalan lancar. Namun lokasinya berada di tengah komplek perumahan. Pernah sempat di komplain masyarakat setempat. Hingga di tahun 2016 kita memutuskan pindah ke Nongsa.


" Awal tahun 2017 menempati rumah waqaf. Satu lantai dengan dua kamar.
Ditambah satu kamar dapur dan ruang tamu. Kita buat kamar untuk anak anak perempuan, dan anak laki-laki," terang Nasir.

Dari niat baiknya itu, di umpamakan bertemunya ruas dengan buku, M. Nasir mengatakan lagi, bahwa yayasan yang dikelolanya saat ini, mendapat respon oleh sebuah satu bank yang berada di Singapura yang berpusat di Belanda yang mempunyai program CSR.

Sehingga Desember 2017 lanjutnya, membangun dua lantai lagi, agar anak -  anak bisa menempati tempat yang lebih baik.

" Sekarang kita mengembangkan lagi. Kita bebaskan lahan 3 meter, untuk asrama putra dan putri 3 lantai. Dan pusat belajar mengajar dan bermain," ungkap Nasir lagi.

Tujuan ini semua, ingin anak - anak yang berangkat dari keluarga tidak mampu. Ketika mereka ada di lembaga dengan mendapatkan kehidupan yang berbeda. Hingga mereka betul-betul merasakan bahwa disinilah tempat mereka.

" Sehingga mereka bisa terselamatkan dari kesenjangan pendidikan. Dan mendapatkan solusi pendidikan yang terbaik. Anak anak ini ke depannya bisa meraih cita-cita mereka. Terus terang sampai sekarang masih banyak yang berkualitas dan pintar," ujarnya.

Dituturkan Nasir, jumlah anak asuh panti asuhan Assyaamil sejumlah 45 anak asuh. Dengan jumlah anak laki - laki 14 o dan perempuan 14 orang juga, yang menetap di panti. Sedangkan selebihnya ada yang m tinggal bersama keluarganya yang tidak mampu.

Nasir juga mengatakan, disini anak - anak asuh dapat mengenyam pendidikan formal di luar panti, yakni SD SMP, SMA.
Seluruh kebutuhan anak-anak adalah tanggung jawab panti.

" Untuk keseharian mereka.
Kita support dan diberikan sembako epada orang tuanya. Serta kita buat pengasuhan," terangnya.

M. Nasir juga menambahkan, panti asuhan yang didirikannya, juga punya kepedulian kepada msayarakat yang kurang mampu dengan kategori janda dan jompo. Secara rutin menyalurkan paket sembako kepada mereka.

Operasionalnya, bantuan pemerintah dalam hal ini, sudah pasti ada melalui Dinsos. Bahkan Dinsos selama ini secara rutin memberikan pemahaman knowledge, training dan pelatihan.

" Sisi lain, finansial dan bansos dari pemerintah. Setiap tahun ada, kalau ada pengajuan. Pemko Batam, mereka mensupport dari sembako. paket sembako itu diberikan per enam bulan atau per tahun," terangnya.

Dikatakannya lagi, bantuan tersebut khusus untuk anak yang tercantum, diberikan sembako per enam bulan atau pertahun, dan harus melalui pengajuan terlebih dahulu, dan belum ada dalam bentuk insentif.

"Kalau konsep dari panti asuhan, anak asuh mulai dari TK-Kuliah. Kalau dri pemerintah dari usia 1-17 tahun," imbuhnya.

Harapan dari sekretaris LKSA ini, kepada pemerintah agar bisa membuatkan perda yang mengajak koorporasi seperti BUMN dan swasta bisa jadi Bapak Asuh. Sehingga tidak ada lagi mereka berfikir anak saya makan apa.

" Masalah itu terus terjadi. Segalanya untuk operasional bisa mencapai 30 juta keatas, dan itu harus ada untuk berkesinambungan. SPP anak. Uang jajan, ketika sekolah jajan, transportasi. Kita harus gaji orang untuk antar jemput," imbuhnya.

Dikatakan Panti Asuhan Assyaamil, menuju proses terakreditasi nasional. Bersama 28 panti asuhan se kota Batam, dari  72 Panti  yang ada di Batam, 28 LKSA sudah melakukan akreditasi. Upgradenya di situ.

" Kita juga menerima anak anak yang diluar batam ketika membutuhkan sepanjang memenuhi persayaratan, dan juga menerima bantuan dari para donatur yang ingin membantu Yayasan Asyaamil dalam kelancaran operasionalnya dengan melalui rekening yayasan. Bank Mandiri Syariah. Norek : *704 801 3265*
Atas Nama : Panti Asuhan Assyaamil, " pungkasnya.

(Red/Aidil).
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya