» » » » » » Tuntutan Mati Buat 4 Warga China Pembawa Sabu 1,6 Ton

Tuntutan Mati Buat 4 Warga China Pembawa Sabu 1,6 Ton

Ditulis Oleh: Redaksi | Rabu, 31 Oktober 2018 | No comments







Batamreport.com - Empat penyelundup narkotika jenis sabu, 1,6 Ton asal China , dituntut hukuman mati, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan dari Kejagung dan Kejari Batam, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam. Selasa (30/10) sore. 
Ke empat terdakwa asal China itu, masing-masing Hen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng dan Yao Yin Fa, hadir didampingi oleh Penasaran Hukumnya. Sidang perkara narkoba ini dipimpin oleh ketua majelis hakim, M Candra dengan dua anggotanya Redite dan Yona Lamerrosa Ketaren.
Sedangkan JPU  terdiri dari Daru Trisadono, Hermanto, Dedie Tri Hariyadi (Kajari Batam) , Lutfi Akbar, Asnath Anytha Idatua Hutagalung, Raden Rara Putri Ayu, Tumpal Seben Ezer, dan Filpan FD Laia (Kasipidum Kejari Batam) secara bergantian membacakan tuntutan empat terdakwa tersebut.

" Para terdakwa telah terbukti melanggar pasal  114 ayat (2) jo pasal 132 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika, kemudian pasal 113 ayat (2) jo pasal 132 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dan pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat 1 UU no 35 tahun 2009," kata Filpan dalam membaca tuntutan. 
Ditambahkannya, tuntutan mati ini (maksimal) untuk para terrdakwa Hen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng dan Yao Yin Fa. Dan selama persidangan kete e  selalu berbelit-belit dalam memberikan keterangan. 
JPU juga menyebutkan, perbuatan keempat terdakwa itu, mengakibatkan nama negara Indonesia menjadi buruk citranya di dunia internasional.
" Indonesia seakan - akan dijadikan lahan empuk untuk peredaran narkotika. Selama persidangan, keempat terdakwa juga tak mengakui perbuatannya, menyelundupkan atau membawa 1 ton lebih sabu-sabu masuk ke Indonesia, serta memberikan keterangan yang  berbelit-belit, hingga menyusahkan majelis hakim," ungkap Filpan.
Lanjut Filpan, untuk yang meringankan terdakwa, tidak ada. Terdakwa sendiri terbukti membawa atau menyelundupkan masuk narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1,6 Ton ke wilayah Indonesia dengan melawan hukum.
Jadwal sidang berikutnya akan mendengar nota pembelaan dari keempat terdakwa. Chandra menegaskan kepada seluruh terdakwa untuk segera menulis pembelannya. Agar kuasa hukumnya bisa menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Kuasa hukum meminta kepada hakim untuk diberikan waktu selama dua minggu. Sidang akan kembali dilanjutkan pada Selasa (13/11/) mendatang.


(Red/Aidil). 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya