» » » » » » Kejari Batam Tenggelamkan Lima Kapal Pencuri Ikan Asal Vietnam

Kejari Batam Tenggelamkan Lima Kapal Pencuri Ikan Asal Vietnam

Ditulis Oleh: Redaksi | Kamis, 22 November 2018 | No comments






Batamreport.com - Lima Kapal Asing (KIA) asal Vietnam, yang mencuri ikan di Zona Ekonomi Eklusif Batam, ditenggelamkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, di Pulau Momoi Kecil dengan cara diberi pemberat. 
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Dedie Tri Hariyadi yang mengatakan bahwa proses penenggelaman ke lima kapal ini, tidak dilakukan dengan cara diledakkan seperti yang biasa dilakukan oleh PSDKP, atau instansi lainnya, tetapi ditenggelamkan dengan cara memberi pemberat pada kapal - kapal tersebut. 
" Setelah berkoordinasi dengan PSDKP, kami memutuskan memilih cara yang ringan, dengan tujuan untuk menjaga terumbu karang dan ikan - ikan dilokasi tersebut. Kalau dengan cara diledakkan akan merusak ekosistem laut disana, " kata Dedie. Rabu (21/11). 
Dalam proses penenggelamannya, lanjut Dedie, lambung kapal dilubangi dan diisi pasir. Sedangkan alat tangkap seperti trawl dimusnahkan dengan cara dibakar.

“ Kalau diledakkan tentunya banyak akibat yang ditimbulkan, selain merusak ekosistem laut, solarnya nanti akan kemana-mana,” terangnya. 
Dedie juga menambahkan, terdapat total 7 terpidana dimana 4 kasus diantaranya sudah incraht di pengadilan tingkat pertama, dan lainnya masih dalam proses kasasi Mahkamah Agung.
“ Seluruh terpidana berkewarganegaraan Vietnam. Dalam ketentuannya, hukuman denda atau subsider pidana penjara. Namun, yang bersangkutan tidak dapat membayar denda sehingga ditahan di Rutan Batam,” pungkas Dedie. 

Pelaksanaan penenggelaman ke Lima Kapal Asing (KIA) itu, dilaksanakan di perairan Pulau Momoi Kecil Batam, setelah mendapat Kekuatan Hukum Tetap (Inkracht). 
Kelima kapal tersebut, masing - masing KM KNF 7445 milik terpidana Ly Truong Giang, yang sudah incracht dalam putusan Mahkamah Agung No 2612K/Pid.Sus/2017 tanggal 14 Maret 2018.
Dan KM BV 93115 TS dari terpidana Nguyen Do Hoai Trung dkk, dengan putusan incracht oleh Pengadilan Perikanan pada PN Tanjungpinang Nomor 18/Pid.Sus-PRK/2018/PN.Tpg tanggal 25 Oktober 2018.

Kemudian KM BV 92896 TS dari terpidana Nguyen Thanh, dengan putusan Pengadilan Perikanan pada PN Tanjungpinang Nomor 16/Pid.Sus-PRK/2018/PN.Tpg tanggal 25 Oktober 2018. 
Selanjutnya, KM BV 92897 TS milik terpidana Nguyen Hung Vi, dengan putusan Pengadilan Perikanan pada PN Tanjungpinang Nomor 15/Pid.Sus-PRK/2018/PN.Tpg tanggal 1 November 2018.
Terakhir, KM BV 931114 TS dengan putusan Pengadilan Perikanan pada PN Tanjungpinang Nomor 20/Pid.Sus-PRK/2018/PN.Tpg tanggal 1 November 2018.

(Dil/SK). 



Baca Juga Artikel Terkait Lainnya