» » » » » » Tiga Vonis Mati, 1 Penjara Seumur Hidup Untuk Ke 4 Terdakwa WNA Taiwan, Pembawa Sabu 1, 037 Ton

Tiga Vonis Mati, 1 Penjara Seumur Hidup Untuk Ke 4 Terdakwa WNA Taiwan, Pembawa Sabu 1, 037 Ton

Ditulis Oleh: Redaksi | Jumat, 30 November 2018 | No comments





Batamreport.com - Tiga dari Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan divonis mati, sedangkan satunya lagi, dihukum penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Hakim Pengadilan Negeri Batam. Kamis (29/11) malam. 
Adapun yang divonis mati oleh majelis hakim, masing - masing, Cheng Chung Nan, Chen Chin Tun dan Hsieh Lai Fu, sedangkan Huang Ching An dihukum penjara seumur hidup. 
Ke empat terdakwa itu, terjerat dalam kasus penyelundupan sabu seberat 1,037 ton. 
" Terbukti secara dan meyakinkan, melakukan tindak pidana, permufakatan jahat tanpa hak dan melawan hukum menjadi perantara, dalam jual beli narkotika golongan satu dalam bentuk bukan tanaman, yang beratnya diatas 5 gram sebagaimana dalam dakwaan primer penuntut umum,” kata Redita selaku anggota majelis hakim, saat membacakan putusannya bersama dengan Yona Lamerosa Ketaren, untuk ketiga terdakwa yang dihukum mati tersebut. Sedangkan satunya lagi, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. 

" Mengadili, menyatakan terdakwa Huang Ching An terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat tanpa hak menjadi perantara jual beli narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram, sebagaimana dakwaan primer penuntut umum,” kata Ketua Majelis Hakim M.Chandra.
“Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa dengan pidana seumur hidup. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,” Sambungnya. 
Setelah membacakan putusan, Ketua Majelis Hakim M.Chandra menyampaikan kepada para terdakwa yang didampingi penerjemah dan Jaksa Penuntut Umum memiliki hak yang sama untuk mengajukan upaya hukum atas putusan Majelis Hakim tersebut.
" Para terdakwa dan penuntut umum punya hak yang sama. Seluruh rangkaian persidangan telah selesai dan sidang dinyatakan ditutup,” kata Chandra sambil mengetok palu.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung RI, Nursurya ketika dikonfirmasi seusai persidangan, mengatakan memiliki waktu selama seminggu untuk menyatakan sikap atas putusan Majelis Hakim tersebut.
" Kami memiliki waktu selama seminggu untuk menyatakan sikap,” ujarnya singkat.
Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut ke-empat terdakwa dengan hukuman mati karena terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika.
“Berdasarkan seluruh keterangan saksi yang dihadirkan, berikut keterangan saksi ahli, semua menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah. Dalam persidangan terungkap adanya alasan pemaaf atau pembenar. Begitu juga dengan analisa fakta persidangan, serta dukungan barang bukti dan saksi serta saksi ahli,” ujar JPU.
Seperti diketahui, ke-empat terdakwa dengan menggunakan Kapal KM. Sunrise Glory berbendera Singapura ditangkap oleh Kapal Patroli KRI Sigurot-864 Lanal Batam di perairan Selat Philips Kepulauan Riau pada tanggal 7 Februari 2018.


(Dil). 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya