» » » » » Kajari Batam Ungkap Penangkapan Buron Pemalsu Surat Kapal MV Engedi Eks Eagle Prestige

Kajari Batam Ungkap Penangkapan Buron Pemalsu Surat Kapal MV Engedi Eks Eagle Prestige

Ditulis Oleh: Redaksi | Kamis, 06 Desember 2018 | No comments






Batam, BR - Akhirnya Hamidah Asmara Intani Merialsa alias Intan buronan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, yang kabur dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah satu malam ditangkap dan diamankan dirumahnya, tepatnya di Batamia Art, Komplek Rajapolah Permai No 15, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, langsung di terbangkan ke Batam dengan menggunakan maskapai Lion Air, yang berangkat dari Bandung - Jakarta, sekira pukul 12.00 WIB dan tiba di Batam sekitar pukul 14.00 WIB siang di bandara Hang nadim.

Setelah tiba, sang DPO tersebut (Intan) langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Batam, untuk diproses lanjutan penahanannya, oleh pihak penyidik kejaksaan pidana umum.

Hamidah Asmara Intani Merialsa alias Intan, merupakan DPO dalam kasus pemalsuan dokumen Kapal MV Engedi eks Eagle Prestige. Saat dilakukan penangkapan terhadap Intan, tidak adanya perlawanan dan terpidana tersebut sangat kooperatif.


Dedie Tri Haryadi, selaku Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, mengatakan penangkapan Intan (DPO) ini, berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi, Pekanbaru No. 139/Pid.B/2014/PT.PBR tanggal 26 Februari 2015 dalam perkara pemalsuan surat sebagaimana pasal 263 ayat (2) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Dijelaskan oleh Dedie, pihaknya telah melakukan upaya pemanggilan secara patut dan layak dengan melayangkan surat pemanggilan sebanyak 3 kali terhadap Intan, yang beralamat di daerah Jodoh, seperti yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) berkas perkara yang ada.

" Setelah kami layangkan surat pemanggilan ke alamatnya rumahnya itu, ternyata dia (Intan) sudah pindah, dan kita telusuri melalui ketua RT, malah RT tersebut tidak mengetahui telah pindah kemana, " kata Dedie, dalam gelaran konfrensi pers dengan awak media, di Kantor Kejari Batam. Kamis (6/12) sekira pukul 14.30 WIB siang.

Lanjut Kajari lagi, setelah dilakukan Kroscek oleh pihaknya ke Disdukcapil, ternyata nama Hamidah Asmara Intani Merialsa alias Intan ini, masih terdaftar dan kemudian dilakukan penelusura melalui NIK dan Kartu Keluarganya.

Setelah diamankan dirumahnya, Intan langsung dibawa ke Kejaksaan Negeri Bandung, dan dilakukan pemeriksaan terhadap dirinya oleh tim Kejari Batam dan tim Intelijen Kejaksaan Agung.

" Saat diperiksa, Intan ini mengungkap suatu kasus yang besar, dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama PT. DMI, dan terpidana mengetahui adan suatu perbuatan yang terindikasi tindak pidana korupsi yang menyebabkan adanya kerugian negara, " pungkas Dedie.


(Dil)





Baca Juga Artikel Terkait Lainnya